Literasi Digital Hindarkan Masyarakat dari Produk Keuangan Ilegal

oleh -637 Dilihat
oleh
Literasi Digital Hindarkan Masyarakat dari Produk Keuangan Ilegal
Literasi Digital Hindarkan Masyarakat dari Produk Keuangan Ilegal

Jakarta, Klikinfoberita.com – Kemampuan literasi digital dan keuangan yang baik perlu dimiliki oleh masyarakat seiring dengan terus berkembangnya teknologi keuangan digital agar terhindar dari produk keuangan, termasuk investasi, tidak jelas atau illegal.

“Tujuannya agar masyarakat dapat menentukan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, dapat memahami manfaat dan risikonya, memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan baik, serta terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas atau illegal,” ujar Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Direktur IKPMK Kominfo), Septriana Tangkary, dalam Kegiatan Creative Talks Pojok Literasi “Waspada Produk Keuangan Ilegal”, di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Jumat (11/8/2023).

Alaku

Menurut Septriana, generasi muda harus memiliki literasi digital yang baik agar bisa mewaspadai tawaran-tawaran pinjaman online (Pinjol) illegal dari perusahaan yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebab, meminjam uang di perusahaan fintech ilegal akan menyebabkan terjadinya kebocoran data pribadi dan anggota keluarga lainnya.

“Itu sangat penting saya sampaikan berulang kali agar jangan terjerat peminjaman uang yang gampang, misalnya meminjam Rp80 juta hanya dalam satu menit ini perlu diwaspadai,” tutur Septriana Tangkary.

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Taufik, menambahkan, pihaknya terus berupaya memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat.

Caranya dengan membuat konten informatif yang menarik dengan melibatkan content creatorinfluencer dan publik figur yang berpengaruh dan mengintensifkan informasi tersebut melalui berbagai media, termasuk media sosial.

“Dinas Kominfo Provinsi Sulawesi Selatan mengambil peran dalam kampanye literasi keuangan, yaitu dengan cara mengintensifkan informasi yang akurat dan edukatif serta menyebarluaskan dampak negatif dan risiko produk keuangan ilegal melalui berbagai platform seperti iklan televisi, radio, dan juga media sosial,” ungkap Taufik.

Sementara itu, Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemerintah Daerah Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua, Bondan Kusuma, mengatakan, dalam periode 2017 sampai 2022, kerugian masyarakat akibat entitas investasi ilegal dan kegiatan usaha tanpa izin lainnya diestimasikan mencapai Rp139,04 triliun.

Oleh karena itu Satgas Waspada Investasi OJK dipastikan akan terus melakukan pemblokiran entitas produk keuangan illegal di berbagai platform.

“Pada periode 2017 sampai dengan 5 Agustus 2023, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan sebanyak 6.895 kegiatan usaha tanpa izin yang terdiri dari pinjaman online, aset crypto, investasi, dan kegiatan tanpa izin lain di sektor keuangan yang marak terjadi dan terus bertambah baik secara kuantitas dan/atau variasi.” Kata Bondan.

Dia mengungkapkan, beberapa modus dan kegiatan keuangan ilegal yang kini sedang tren antara lain binary option, robot trading, aset crypto, dan money game.

Selain itu, Bondan mengimbau agar masyarakat selalu ingat prinsip Dua L sebelum berinvestasi, yakni yaitu Legal dan Logis.

“Legal berarti cek status perizinannya, baik badan hukum maupun produknya. Sementara Logis adalah imbal hasil yang wajar dan risiko yang dimiliki.,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Gagaring Pagalung, berpendapat, faktor Keuangan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Jika sektor keuangannya berkembang, maka pertumbuhan ekonominya pun akan tinggi, sehingga diperlukan tingkat literasi keuangan baik yang dimiliki oleh masyarakat.

“Ada tiga prinsip utama dalam pengelolaan uang, yaitu tahu ke mana saja uang kita mengalir, penerimaan harus lebih besar dari pengeluaran, dan berinvestasi,” pungkas Gagaring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.