Panen Raya Jagung Bengkulu Tengah Capai 1,5 Ton per Hektar, Wujudkan Asta Cita Prabowo

oleh -12 Dilihat
oleh
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, S.T., M.T.: Panen raya jagung Bengkulu Tengah tembus 1,5 ton/ha! Wujudkan Asta Cita Prabowo, petani bahagia panen melimpah.-foto :Dedi/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,-Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menjadi salah satu daerah pionir dalam mengimplementasikan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program unggulan ini, yang menekankan ketahanan pangan nasional, kini terbukti berhasil melalui aksi nyata para petani lokal. Khususnya, penanaman jagung secara masif di seluruh Indonesia telah menunjukkan hasil menggembirakan, dengan Bengkulu Tengah sebagai contoh sukses.

Puncak keberhasilan ini terlihat pada acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025, yang digelar di Desa Karang Tengah, Kecamatan Karang Tinggi. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP Totok Handoyo, S.I.K., bersama jajaran Polres, serta Bupati Bengkulu Tengah, Drs. H. Rahmat Riyanto, S.T., M.Ap. Ribuan petani bergembira menyaksikan hasil jerih payah mereka: panen jagung mencapai 1,5 ton per hektar. Angka ini melampaui target awal dan menjadi bukti konkret komitmen pemerintah daerah dalam mendukung swasembada pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, S.T., M.T., menegaskan bahwa pencapaian ini baru permulaan. “Tahun 2026, program ini akan terus digalakkan. Ketahanan pangan jagung harus ditingkatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Helmi menambahkan, Pemkab Benteng akan terus menyalurkan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) modern kepada petani. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian pusat, memastikan kebutuhan petani terpenuhi, mulai dari benih unggul hingga pengolahan pasca-panen.

Pemkab Bengkulu Tengah tak sendirian dalam misi ini. Helmi menyoroti sinergi kuat dengan TNI dan Polri. “TNI fokus pada budidaya padi, sementara Polri menggarap jagung. Kami selalu mensupport penuh kegiatan mereka,” jelasnya.

Rencana ke depan mencakup penyediaan sarana prasarana (sapras) lengkap, benih berkualitas, dan fasilitas pengeringan (dryer). Semua ini difasilitasi hingga ke tingkat pusat, agar hasil panen petani memenuhi standar Bulog. Tujuannya jelas: mencegah penurunan kualitas dan memaksimalkan harga jual bagi petani.

Petani setempat pun bertransformasi. Bapak Suryadi, salah satu petani di Desa Karang Tengah, berbagi cerita. “Dulu panen kami cuma 800 kg per hektar. Kini 1,5 ton! Alsintan dari pemerintah bikin kerja ringan, hasil melimpah,” katanya sambil tersenyum lebar. Inovasi seperti bibit hibrida tahan hama dan irigasi modern turut berkontribusi, didukung pelatihan rutin dari DKPP.

Dengan momentum ini, Helmi optimistis target panen 2026 bisa tembus 2 ton per hektar. “Kami ajukan proposal ke pusat untuk traktor, combine harvester, dan dryer skala besar. Petani tak lagi khawatir hasil panen rusak karena kurang fasilitas,” tambahnya.

Bupati Rahmat Riyanto juga berkomitmen alokasikan anggaran daerah tambahan, sejalan dengan Asta Cita Prabowo yang menargetkan Indonesia bebas impor pangan.

Keberhasilan Bengkulu Tengah ini menjadi inspirasi nasional. Di tengah tantangan iklim dan fluktuasi harga, kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, dan petani membuktikan: ketahanan pangan bukan mimpi, tapi kenyataan. Program ini tak hanya tingkatkan produksi, tapi juga kesejahteraan masyarakat pedesaan. Bengkulu Tengah siap jadi lumbung jagung.

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.