Vakum Tiga Tahun, Forum TJSP Bengkulu Tengah Dikukuhkan Kembali: Bukan Sekadar Sumbangan, Tapi Sinergi Pembangunan

oleh -17 Dilihat
oleh
Vakum berakhir 22 wajah baru di Forum TJSP Bengkulu Tengah siap jadi jembatan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.-Foto: Dedy/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Setelah vakum selama kurang lebih tiga tahun, Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSP) Kabupaten Bengkulu Tengah akhirnya resmi bangkit kembali. Pengukuhan 22 pengurus baru forum ini berlangsung khidmat di Pendopo Bukit Kandis pada Rabu (19/8/2026), menandai babak baru kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Ketua DPRD Fepi Suheri, S.A.P., Sekretaris Daerah Drs. Tomi Marisi, M.Si., para Asisten Bupati, kepala OPD, serta puluhan pimpinan perusahaan dan pengusaha di wilayah setempat. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa sektor privat siap bersinergi dengan publik untuk percepatan pembangunan daerah.

Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P., menegaskan bahwa revitalisasi forum ini memiliki filosofi mendalam. TJSP bukan sekadar wadah menghimpun donasi atau sumbangan sukarela, melainkan mekanisme terstruktur untuk menyelaraskan kontribusi perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah. “Kita tidak mengharapkan sesuatu yang sifatnya sekadar sumbangan sesaat. Bagaimana keuntungan yang diperoleh perusahaan dapat dikembalikan dan memberikan manfaat nyata, terutama di bidang pendidikan dan infrastruktur dasar,” ujar Rachmat.

Ia mencontohkan pentingnya koordinasi agar program CSR tidak berjalan sporadis. Melalui forum ini, kebutuhan mendesak seperti perbaikan toilet sekolah atau fasilitas pendidikan lainnya dapat dipetakan secara kolektif. “Dana yang dihimpun melalui forum bisa membantu mewujudkannya secara terarah. Jadi tidak lagi setiap perusahaan memberikan CSR sendiri-sendiri tanpa peta jalan yang jelas,” jelasnya.

Lebih jauh, Bupati juga menggunakan momentum ini untuk mendorong formalisasi kehadiran perusahaan. Ia mengimbau seluruh pelaku usaha yang beroperasi di Bengkulu Tengah untuk segera mendirikan kantor cabang atau operasional di wilayah setempat. Langkah ini krusial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui mekanisme Bagi Hasil (DBH) pajak dan retribusi, sekaligus memperkuat basis ekonomi lokal. “Jangan hanya aktivitas usahanya yang ada di sini, tetapi administrasi dan kantornya juga harus berada di sini agar dampak ekonominya terasa maksimal,” tegasnya.

Menyambut baik langkah ini, Ketua DPRD Bengkulu Tengah Fepi Suheri, S.A.P., berharap forum baru dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif. “Alhamdulillah forum kembali terbentuk. Kita berharap partisipasi dunia usaha semakin besar sehingga keberadaan TJSP benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum TJSP Bengkulu Tengah yang baru dikukuhkan, H. Adran Khalik, langsung menetapkan agenda prioritas. Ia menekankan aspek legalitas dan edukasi kepada pelaku usaha. “Pertama, kita harus memberikan pemahaman bahwa TJSP merupakan kewajiban yang diatur undang-undang, bukan permintaan sumbangan. Ini adalah tanggung jawab moral dan legal dunia usaha,” tegas Adran.

Ia berkomitmen akan mengakomodasi seluruh pelaksanaan TJSP dalam satu wadah resmi yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dengan demikian, sektor swasta tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sosial dan lingkungan.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru ini, Forum TJSP Bengkulu Tengah diharapkan mampu bertransformasi dari wadah pasif menjadi motor penggerak kolaborasi yang produktif, memastikan setiap rupiah kontribusi perusahaan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Bumi Rafflesia.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.