KLIKINFOBERITA.COM,- Kasus dugaan penolakan menerima perawatan medis bagi seorang siswa yang menunjukkan gejala keracunan di Puskesmas Kembang Seri mendapatkan respon keras dari Fepi Suheri, Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah. Ia menganggap tindakan puskesmas sebagai suatu pengabaian terhadap hak dasar masyarakat untuk mendapatkan akses layanan kesehatan, terutama dalam situasi yang membahayakan nyawa.
Insiden yang menyedihkan ini terjadi ketika seorang siswa diduga mengalami keracunan setelah makan, yang membuatnya mual parah, muntah, dan merasakan sakit perut yang sangat hebat. Sekolah segera membawanya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan, namun harapan mereka untuk mendapatkan perawatan yang cepat pun hancur. Petugas di puskesmas mengungkapkan bahwa mereka hanya bisa menangani kasus gawat darurat saja.
Tanpa pilihan lain, pihak sekolah pun mencari rumah sakit lain. Akhirnya, siswa tersebut mendapat perawatan di Klinik Rizky Medika Bengkulu Tengah. Insiden ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai fungsi puskesmas sebagai ujung tombak bagi pelayanan kesehatan masyarakat.
Menanggapi kejadian ini, Fepi Suheri, Ketua DPRD Bengkulu Tengah, menyatakan kekecewaannya dengan jelas.
“Sebagai Ketua DPRD Bengkulu Tengah, saya sangat menyayangkan tindakan Puskesmas Kembang Seri. Pelayanan masyarakat adalah hal yang utama, dan tidak ada alasan bagi puskesmas untuk menolak pasien, terutama mereka yang dalam kondisi sakit serius dan diduga keracunan. Kesehatan dan keselamatan warga, khususnya anak-anak, harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa DPRD akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
“Kami dari DPRD Bengkulu Tengah sangat mengutuk sikap puskesmas yang menolak melayani pasien yang sakit. Kepala puskesmas dan seluruh pengelola akan dipanggil untuk dimintai penjelasan. Jika terbukti ada kelalaian atau penolakan, kami akan meminta agar kepemimpinannya dihentikan sementara sampai semua masalah terkait kasus keracunan anak-anak ini bisa diklarifikasi dan diselesaikan dengan tuntas,” ujar Fepi.
Selain itu, ia juga menyerukan Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja semua puskesmas di daerahnya. Standar pelayanan harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat dapat merasakan layanan kesehatan yang cepat, layak, serta manusiawi.







