WIM Ungkap Ribuan Kendaraan Terindikasi ODOL, Hutama Karya Perketat Pengawasan

oleh -14 Dilihat
oleh
WIM mendeteksi ribuan kendaraan terindikasi ODOL. Petugas Hutama Karya dan instansi terkait lakukan pemeriksaan untuk menjaga keselamatan, melindungi infrastruktur, dan wujudkan Zero ODOL nasional.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- PT Hutama Karya (Persero) memperkuat langkah penegakan Gerakan Nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) dengan memperluas operasi dan penerapan teknologi Weigh in Motion (WIM) di beberapa ruas jalan tol yang dikelola. Langkah ini sejalan dengan semangat Kementerian Perhubungan, “Terhubung Melayani, Bergerak untuk Negeri”, dan kampanye keselamatan SETUJU (Selamat Sampai Tujuan) untuk Zero ODOL.

Plt. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan kendaraan ODOL masih menjadi tantangan utama karena meningkatkan risiko kecelakaan dan mempercepat kerusakan infrastruktur jalan tol.

“Kendaraan ODOL tidak hanya melanggar ketentuan, tetapi juga meningkatkan risiko kegagalan pengereman, kehilangan kendali, hingga terguling yang membahayakan pengguna jalan. Beban berlebih juga memperpendek umur perkerasan jalan dan struktur seperti jembatan,” ujar Hamdani.

Data operasional menunjukkan peningkatan pengawasan. Sepanjang Januari–Juli 2026, Hutama Karya menangani 1.280 kendaraan angkutan barang melalui Operasi ODOL. Dari jumlah tersebut, 775 kendaraan memenuhi ketentuan dimensi dan muatan, sementara 505 terindikasi melanggar dan ditindak sesuai peraturan. Operasi dilaksanakan di ruas tol seperti Binjai–Langsa, Indrapura–Kisaran, Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Palembang–Indralaya, Indralaya–Prabumulih, Padang–Sicincin, JORR Seksi S, dan Akses Tanjung Priok.

Selain operasi langsung, Hutama Karya mengandalkan sistem WIM untuk deteksi dini. Selama periode yang sama, WIM mengidentifikasi 342.748 kendaraan angkutan barang yang terindikasi tidak memenuhi ketentuan dimensi dan/atau muatan. Temuan ini menunjukkan skala tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan hasil pemeriksaan manual di titik operasi.

“Hasil WIM bukan sekadar data penegakan, melainkan dasar preventif untuk menjaga keselamatan dan keandalan layanan jalan tol. Kami terus berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas Polri, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan pemangku kepentingan lain untuk menindaklanjuti temuan ini,” kata Hamdani.

Kendaraan yang melampaui ketentuan dimensi dan muatan memberikan tekanan ekstra pada perkerasan jalan, jembatan, dan struktur pendukung, sehingga mempercepat degradasi dan meningkatkan kebutuhan pemeliharaan. Dari sisi keselamatan, beban berlebih memperpanjang jarak pengereman dan menurunkan stabilitas kendaraan, sehingga potensi kecelakaan meningkat.

Hutama Karya mengimbau pelaku usaha angkutan barang, perusahaan logistik, dan pengemudi untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dimensi dan muatan. Selain itu, pengguna jalan diingatkan mematuhi batas kecepatan tol minimum 60 km/jam dan maksimum 100 km/jam untuk tol luar kota, maksimum 80 km/jam untuk tol dalam kota menjaga jarak aman, menggunakan lajur sesuai peruntukan, dan memastikan kendaraan laik jalan.

Perusahaan juga mengintensifkan edukasi melalui Variable Message Sign (VMS), spanduk, media sosial, media massa, siaran pers, dan pengumuman langsung di gerbang tol dan rest area. Melalui kampanye SETUJU, Hutama Karya mendorong kesadaran kolektif untuk mewujudkan jalan tol yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Hamdani menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat pengawasan, edukasi, dan sinergi dengan pemangku kepentingan demi mendukung implementasi Gerakan Nasional Zero ODOL. “Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mematuhi ketentuan agar tercipta perjalanan yang lebih aman dan infrastruktur tol yang andal,” tutup Hamdani.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.