Wali Kota Bengkulu dan Istri Jadi Jemaah Pertama Aktifkan Kartu Nusuk, Siap Menjadi Tamu Allah

oleh -58 Dilihat
oleh
bus besar angkut 358 jemaah haji kloter 4, termasuk Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Dan istri Ny. Dian Fitriani. Sederhana berbalut batik, Dedy doa utama: "Semoga ibadah lancar, kembali sehat ke Bengkulu!" Aktivasi Kartu Nusuk pertama, siap tamu Allah.-Foto : s.man/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,- Saat mentari pagi mulai muncul di cakrawala timur, halaman Pendopo Merah Putih telah dipenuhi dengan semangat dan harapan. Yang terdengar bukanlah suara kendaraan dinas, melainkan deretan 10 bus besar yang siap mengangkut 358 jemaah haji kloter 4 menyusuri lautan menuju Tanah Suci. Di antara para jemaah, hadir tokoh daerah yang dikenal: Dedy Wahyudi, Wali Kota Bengkulu, bersama istrinya tercinta, Ny. Dian Fitriani.

Pada pagi itu, penampilan Dedy jauh dari nuansa formal yang biasa ia kenakan saat memimpin rapat atau memberi sambutan resmi. Ia tampak sederhana dengan balutan batik khas daerah. Ia menggenggam erat tangan istrinya, bukan lagi sebagai kepala pemerintahan, melainkan sebagai hamba Allah yang siap menjawab panggilan suci.

Momen pelepasan dipenuhi dengan suasana haru. Penjabat Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah, bersama asisten, staf ahli, dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir untuk memberikan doa agar perjalanan pemimpin mereka berjalan lancar. Momen yang menyentuh terjadi ketika Dedy justru menjadi pendoa utama bagi seluruh jemaah yang berangkat bersamanya.

“Saya berdoa agar Bapak dan Ibu semua selalu diberikan kesehatan. Semoga setiap rangkaian ibadah haji dimudahkan, semua urusan dilancarkan, dan insya Allah kita dapat kembali serentak ke tanah air dalam keadaan sehat,” ujar Dedy.

Dalam pesannya, terdapat kerendahan hati yang mendalam. Meskipun dia memegang jabatan tertinggi di Kota Bengkulu, di hadapan sesama jemaah ia menegaskan bahwa statusnya sama—semua adalah hamba Allah yang menunaikan kewajiban. Ia juga mengingatkan semua rombongan, termasuk dirinya, untuk mengikuti arahan ketua regu dan ketua kloter demi kenyamanan semua.

“Insya Allah, saya akan tetap bersama Bapak dan Ibu hingga kita berkumpul lagi di Bengkulu nanti,” tegasnya.

Setelah proses pelepasan, rombongan melanjutkan perjalanan ke Asrama Haji. Di tempat tersebut, suasana berubah menjadi serangkaian proses pemberangkatan yang sistematis dan ketat. Dedy dan Dian mengikuti setiap tahapan dengan sabar dan tertib, mulai dari pemeriksaan kesehatan menyeluruh hingga mengikuti pembekalan akhir dari petugas.

Salah satu momen paling berkesan terjadi saat proses administrasi digital berlangsung. Dedy Wahyudi dan Ny. Dian Fitriani resmi tercatat sebagai jemaah pertama yang berhasil mengaktifkan Kartu Nusuk—identitas digital resmi yang merupakan tanda pengenal utama seluruh jemaah haji tahun ini. Mereka juga menerima gelang khusus yang diukir dengan nama masing-masing, sebagai bukti keabsahan dan bagian dari sistem pengelolaan jemaah yang modern.

Keberhasilan aktivasi ini bukan hanya menandakan kesiapan teknis, tetapi juga menjadi simbol kesiapan batin Wali Kota untuk melepaskan atribut kekuasaan dan berbaur dengan jutaan umat Islam dari berbagai belahan dunia dalam satu ikatan persaudaraan.

Bagi Dedy, perjalanan ini memiliki makna jauh lebih dalam daripada sekadar melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ia memandangnya sebagai kesempatan berharga untuk beristirahat sejenak dari kesibukan politik dan pelayanan publik, guna memupuk kembali bekal spiritual yang akan menjadi landasan kuat dalam memimpin daerah di masa depan.

Sebagai pesan terakhir untuk keluarga yang ditinggalkan, ia berpesan agar tetap sabar dan tenang. “Percayalah, doa-doa terbaik akan terus kami panjatkan di bawah langit Makkah dan Madinah, bukan hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Kota Bengkulu supaya selalu mendapatkan berkah dan kedamaian,” katanya.

Sekarang, bus-bus yang membawa harapan itu telah meninggalkan kota. Di dalamnya terdapat seorang pemimpin yang telah melepaskan semua tanda jabatan, bersiap untuk menyandang status mulia sebagai tamu Allah, sambil membawa doa dan harapan untuk kebaikan seluruh masyarakat yang dipimpinnya.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.