Pertemuan Kedua Gubernur Bengkulu dan Sumsel Fokus Penataan Angkutan Batubara, Janjikan Solusi Tertib dan Ramah Masyarakat

oleh -58 Dilihat
oleh
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersilaturahmi dengan Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang. Pertemuan hangat bahas pengaturan angkutan batubara, jalan khusus IUP, dan sukses WFA Bengkulu. Tekad kuat wujudkan kerjasama lintas provinsi.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,- Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, baru saja melakukan kunjungan resmi untuk bersilaturahmi dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, di Kantor Gubernur Sumsel pada hari Jumat (24/04). Pertemuan ke-2 ini menyatukan dua pemimpin daerah yang berbatasan, berlangsung dalam atmosfer yang hangat, akrab, dan penuh semangat kerjasama.

Selain memperkuat kemitraan antarprovinsi, pertemuan ini secara khusus ditujukan untuk membahas beberapa isu strategis yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Salah satu poin utama yang sangat diperhatikan oleh kedua pihak adalah pengaturan sistem angkutan batubara. Kedua gubernur sepakat bahwa perlu adanya pengaturan yang lebih terstruktur agar aktivitas pengangkutan tidak mengganggu kenyamanan serta kegiatan sehari-hari masyarakat di sepanjang jalur lintas provinsi.

Sebagai solusi jangka panjang yang diajukan, Helmi Hasan dan Herman Deru juga mendorong pembangunan jalan khusus bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Inisiatif ini dianggap mampu memisahkan arus kendaraan berat batubara dari lalu lintas umum, sehingga risiko kemacetan, kerusakan jalan, dan gangguan terhadap aktivitas warga dapat ditekan dengan signifikan.

“Kita bertekad untuk mencari dan mewujudkan solusi yang nyata bersama. Terutama terkait angkutan batubara, pengaturannya harus dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan berbagai masalah di lapangan yang merugikan banyak pihak,” tegas Helmi Hasan.

Selain membahas pengaturan angkutan, Gubernur Bengkulu juga memaparkan keberhasilan pelaksanaan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang telah lebih dulu diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ia menjelaskan bahwa sistem kerja fleksibel ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran daerah, tanpa mengurangi kualitas dan kecepatan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Kami mendorong WFA sebagai langkah inovatif untuk efisiensi, dengan penekanan bahwa ASN harus tetap hadir dan bekerja secara langsung di tengah masyarakat saat dibutuhkan, serta menjaga kinerja dan akuntabilitas,” tambah Helmi.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, menekankan bahwa kerjasama antar daerah adalah kunci utama dalam menyelesaikan berbagai masalah yang bersifat lintas wilayah. Ia menegaskan bahwa isu seperti angkutan batubara tidak bisa hanya diselesaikan oleh satu daerah, melainkan memerlukan upaya kolaboratif yang terkoordinasi dan terintegrasi.

“Koordinasi antarprovinsi sangat penting, tidak hanya untuk menyelesaikan masalah yang ada, tetapi juga untuk memperkuat konektivitas wilayah. Konektivitas yang baik akan berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang dan jasa, serta mobilitas masyarakat, yang akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua daerah,” ujar Herman Deru.

Selain itu, pembahasan juga mencakup upaya memperkuat konektivitas antarprovinsi, mengingat peran pentingnya dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan.

Dengan berlangsungnya pertemuan ini, diharapkan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan semakin terjalin erat. Berbagai kesepakatan yang dicapai akan menjadi dasar kuat dalam mewujudkan pembangunan kawasan yang berkelanjutan, adil, dan memprioritaskan kepentingan masyarakat secara luas.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.