KLIKINFOBERITA.COM, – Setelah sembilan hari mengalami pemortalan jalan yang menyebabkan aktivitas PT Riau Agrindo Agung (RAA) terhenti, warga Kecamatan Pematang Tiga dan Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah akhirnya membuka portal tersebut secara sukarela. Keputusan ini membawa angin segar bagi perusahaan dan para karyawan yang terdampak langsung dari sengketa lahan yang sempat memanas.
Pemortalan jalan yang dilakukan warga sebelumnya merupakan bentuk protes atas sengketa lahan antara masyarakat setempat dengan pihak PT Riau Agrindo Agung. Selama sembilan hari, akses utama menuju perusahaan terblokir sehingga menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan, yang diperkirakan mencapai milyaran rupiah, sekaligus berdampak negatif pada para karyawan yang tidak dapat melaksanakan aktivitas kerja.
Ismi Beby Lestari Harahap, Legal PT RAA, menyampaikan rasa syukurnya atas dibukanya kembali portal tersebut. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena aktivitas perusahaan dapat berjalan kembali setelah sembilan hari jalan kami diportal. Tidak hanya perusahaan yang merugi, karyawan pun sangat terdampak selama masa penutupan akses ini,” ujarnya.
Menurut Beby, pembukaan portal ini bukan hanya sekedar kemenangan bagi perusahaan, tetapi juga merupakan langkah awal menuju penyelesaian damai atas konflik yang terjadi. Ia berharap, warga yang masih melakukan pemortalan di Kecamatan Bang Haji dapat mengikuti jejak tersebut dan membuka akses jalan, demi kelancaran operasional perusahaan.
“Kami berharap agar portal yang masih aktif di Kecamatan Bang Haji juga dapat segera dibuka. Hal ini penting agar kegiatan perusahaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” imbuhnya.
Beby juga menegaskan bahwa masalah sengketa lahan harus diselesaikan secara hukum dan bersama-sama, tanpa mengganggu aktivitas perusahaan yang berperan besar dalam menyediakan lapangan kerja dan pembangunan ekonomi di daerah. “Proses penyelesaian masalah bisa tetap berjalan, tetapi kami berharap tidak menggunakan cara-cara yang merugikan kedua belah pihak, terutama dengan memblokir akses perusahaan,” tambahnya.
Kondisi di lapangan saat ini mulai kondusif. Pembukaan portal jalan disambut baik oleh manajemen PT RAA dan warga setempat. Pihak perusahaan berkomitmen untuk terus berkomunikasi dengan masyarakat agar tercipta solusi yang adil dan berkelanjutan.
Sementara itu, warga Kecamatan Bang Haji yang menjadi bagian dari aksi pemortalan menyatakan bahwa mereka bersedia berdialog dengan pihak perusahaan untuk menyelesaikan masalah lahan tersebut secara baik-baik. “Kami ingin hak kami dihargai, tetapi kami juga tidak ingin perusahaan berhenti beroperasi karena itu akan merugikan banyak orang,” ujar salah satu perwakilan warga.









