KLIKINFOBERITA.COM,-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bengkulu sukses menyelenggarakan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) ke-1 Masa Bakti XXIII periode 2024–2029. Acara dua hari itu berlangsung di Hotel Grage Bengkulu pada Rabu–Kamis (21–22/1/2026). Kegiatan ini bukan hanya arena evaluasi program kerja, tapi juga panggung strategis merumuskan kebijakan organisasi untuk tahun mendatang.
Ketua Panitia Konkerprov I, Idiarman, membuka laporan dengan data solid: total pengurus PGRI Provinsi Bengkulu mencapai 190 orang. Mereka terdiri dari tingkatan provinsi, kabupaten/kota, cabang, hingga cabang khusus. “Konkerprov ini momentum emas untuk mengokohkan konsolidasi organisasi,” tegas Idiarman. Ia menambahkan, selarasnya program kerja di semua level akan jadi kunci keberhasilan perjuangan guru.
Haryadi, Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, menyuarakan pesan krusial di pembukaan. “Soliditas dan profesionalisme pengurus harus jadi senjata utama hadapi tantangan pendidikan saat ini,” ujarnya penuh semangat. Baginya, Konkerprov jauh dari rutinitas biasa. Ini langkah taktis memperjuangkan kesejahteraan guru sekaligus angkat mutu pendidikan di tanah Bengkulu. Haryadi juga menyoroti isu krusial seperti peningkatan kompetensi guru dan akses fasilitas belajar yang merata.
Puncak acara diramaikan kehadiran Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI Pusat, Taga. Ia tak segan beri apresiasi tinggi. “PGRI Bengkulu jadi teladan nasional dalam pengelolaan organisasi,” puji Taga. PB PGRI berkomitmen kawal agenda nasional, termasuk percepatan pengangkatan PPPK paruh waktu jadi PPPK penuh. Tak ketinggalan, perlindungan hukum bagi guru dan kelanjutan tunjangan profesi sertifikasi. “Kami pastikan setiap guru terlindungi dan berprestasi,” tambahnya.
Konkerprov dibuka resmi oleh Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi. Ia sebut PGRI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam revolusi pendidikan. “Kolaborasi ini wujudkan Bengkulu berpendidikan unggul,” katanya. Seremoni penutupan dirangkai penyerahan Penghargaan Pengelolaan Organisasi Tahun 2025. PGRI Kabupaten Kepahiang raih Juara I, disusul Bengkulu Utara (Juara II), dan Seluma (Juara III). Penghargaan ini bukti nyata dedikasi mereka.
Peserta Konkerprov tak hanya diskusikan strategi internal. Mereka bahas isu aktual seperti digitalisasi pembelajaran pasca-pandemi dan pemerataan guru di daerah terpencil. Hasilnya? Rencana kerja 2026 yang lebih tajam, termasuk pelatihan kepemimpinan guru dan advokasi anggaran pendidikan daerah.
Melalui Konkerprov I, PGRI Bengkulu tegas komitmennya. Organisasi ini siap kuatkan barisan, perjuangkan hak guru, dan dorong pendidikan berkualitas. Langkah ini harapannya jadi inspirasi provinsi lain, ciptakan ekosistem pendidikan nasional yang inklusif dan berdaya saing.
Dampaknya langsung terasa. Guru-guru Bengkulu kini lebih optimis. Mereka punya roadmap jelas untuk transformasi profesi. Pemerintah daerah pun senang, karena PGRI jadi garda terdepan. Ke depan, kolaborasi ini diprediksi lahirkan inovasi baru, seperti program mentorship antar-guru dan integrasi teknologi AI dalam kurikulum lokal.
Konkerprov ini tutup dengan nada optimisme. Ribuan guru Bengkulu siap wujudkan mimpi pendidikan cerah. PGRI bukan lagi sekadar serikat, tapi kekuatan perubahan.











