Pemprov Bengkulu Pastikan Pemulangan Cepat Korban TPPO Kamboja, Biaya Ditanggung Penuh

oleh -30 Dilihat
oleh
Harapan Bersemi! Pemprov Bengkulu tanggung biaya penuh pulangkan 4 warga korban TPPO Kamboja. Dari neraka penipuan, kembali ke pelukan keluarga. Solidaritas Bengkulu menang.-Foto : man/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,-Pemerintah Provinsi Bengkulu menunjukkan komitmen kuat untuk melindungi warganya. Empat warga Bengkulu yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja dipastikan segera dipulangkan. Korban tersebut adalah Deni Febriansyah, Ardi, Engga, dan Imron. Pemprov siap menanggung seluruh biaya pemulangan melalui Baznas Provinsi.

Komitmen ini ditegaskan dalam rapat dengar pendapat (hearing) DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (2/2). Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD, Usin Abdisyah Putra Sembiring. Hadir pula Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, perwakilan Polda Bengkulu, serta keluarga korban. Acara ini menjadi momen krusial untuk memantau kondisi korban secara langsung.

Sorotan utama rapat adalah panggilan video dengan para korban di penampungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, Kamboja. Video call itu memungkinkan peserta mendengar kronologi lengkap kejadian dari mulut korban sendiri. Kondisi mereka dinyatakan stabil, meski trauma masih membekas.

Deni Febriansyah, salah satu korban, berbagi pengalaman pahitnya. “Kami awalnya ditawari kerja di Vietnam dengan gaji Rp12,8 juta per bulan,” ceritanya. Janji manis itu berubah mencekam. Setelah diberangkatkan, mereka malah dibawa ke Kamboja. Di sana, dipaksa bekerja sebagai penipu judi online. Paspor dan ponsel disita paksa. Bahkan, kekerasan fisik menimpa mereka yang tak mampu memenuhi target penipuan.

Kisah ini mencerminkan modus TPPO yang semakin licik. Korban dijebak dengan mimpi pekerjaan layak, tapi terjebak dalam neraka eksploitasi. Kasus serupa di Asia Tenggara terus melonjak, menurut data KBRI. Pemprov Bengkulu kini fokus percepatan pemulangan agar korban pulih dan bersaksi.

Herwan Antoni, Penjabat Sekda Bengkulu, menegaskan langkah konkret. “Kami koordinasi ketat dengan KBRI Phnom Penh, Kementerian Luar Negeri, dan pihak terkait,” ujarnya.

Proses administratif diprioritaskan. Biaya tiket, akomodasi, dan medis ditanggung penuh Pemprov via Baznas. Targetnya, korban tiba dalam waktu dekat.

Usin Abdisyah Putra Sembiring menambahkan, “DPRD mengawal penuh proses ini. Mari satukan langkah agar saudara kita kembali selamat ke pelukan keluarga.” Keluarga korban hadir penuh harap, berdoa agar pemulangan lancar tanpa hambatan.

Kasus ini jadi pelajaran berharga. Pemprov Bengkulu rencanakan sosialisasi masif soal bahaya TPPO. Kolaborasi dengan Polda, Imigrasi, dan LSM akan digencarkan. “Jangan tergiur tawaran gaji fantastis tanpa verifikasi,” pesan Herwan. Data Polri mencatat ribuan korban TPPO tiap tahun, mayoritas pemuda usia produktif.

Dengan penanganan cepat ini, Bengkulu tunjukkan solidaritas. Empat warga itu bukan hanya korban, tapi simbol perjuangan melawan kejahatan transnasional. Pemulangan mereka harap jadi momentum reformasi perlindungan warga di era globalisasi.

Keluarga korban tak henti berterima kasih. “Terima kasih Pemprov dan DPRD. Doa kami menyertai proses ini,” kata salah satu kerabat. Bengkulu siap sambut kepulangan dengan layanan rehabilitasi psikologis dan ekonomi.

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.