KLIKINFOBERITA.COM,- Hj. Khairunnisa Helmi Hasan, S. E. , M. M. , yang merupakan Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Bengkulu, secara resmi melantik Dr. Susilo Damarini Rachmat, SKM. , MPH. , sebagai Ketua YJI Cabang Kabupaten Bengkulu Tengah bersama seluruh pengurus baru untuk periode ini. Acara tersebut berlangsung dengan khidmat pada hari Selasa (21/7/2026) dan dihadiri oleh berbagai tokoh kesehatan, wakil dari pemerintah daerah, serta mitra organisasi.
Dalam sambutannya, Hj. Khairunnisa mengucapkan selamat dan sekaligus mengingatkan betapa pentingnya tanggung jawab yang akan diemban oleh pengurus baru. Ia mendorong semua pengurus untuk meningkatkan program-program yang bersifat promotif dan preventif agar masyarakat lebih peduli terhadap isu kesehatan jantung.
“Selamat untuk Dr. Susilo. Semoga dapat melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. Saya mengajak seluruh pengurus dan mitra YJI untuk memperluas program pencegahan kesehatan jantung di daerah ini sehingga masyarakat bisa lebih peduli akan pentingnya kesehatan jantung,” ujarnya sambil memberikan penghargaan kepada panitia acara.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan mengenai penyakit pada pembuluh darah serta risikonya terhadap kesehatan jantung masih menjadi tantangan yang besar. Menurutnya, YJI harus lebih proaktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat, termasuk melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai langkah pencegahan.
Setelah pelantikan, Dr. Susilo menyatakan komitmennya untuk segera melakukan kegiatan di lapangan. Ia menegaskan bahwa YJI tidak hanya bertugas memberikan pelayanan kuratif, tetapi juga berperan sebagai frontliner dalam edukasi tentang kesehatan jantung.
“Kami akan menjadi penggerak utama dalam mempromosikan Panca Usaha Jantung Sehat: menyeimbangkan nutrisi, menghindari rokok, menghadapi dan mengelola stres, memantau tekanan darah, serta rutin berolahraga,” kata Dr. Susilo.
Ketua cabang yang baru ini menambahkan bahwa pelantikan ini bukan sekadar acara simbolis, melainkan sebagai langkah awal yang konkret untuk meningkatkan kesadaran tentang kehidupan sehat sejak usia dini untuk mengurangi risiko penyakit jantung di Bengkulu Tengah. Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap anak-anak yang memiliki penyakit jantung bawaan, terutama dari keluarga yang kurang beruntung.
Oleh karena itu, Dr. Susilo meminta adanya kerja sama yang lebih erat dengan Dinas Kesehatan setempat dan organisasi masyarakat dalam melakukan pendataan pasien. “Kami memerlukan data mengenai penderita agar penanganan dan bantuan medis dapat segera dilaksanakan,” jelasnya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penandatanganan komitmen kerja sama antara cabang baru YJI dan mitra lokal untuk program-program edukasi, pemeriksaan, serta rujukan pasien jantung.









