KLIKINFOBERITA.COM,-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian resmikan era baru kepemimpinan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan melantik tiga pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Pimtama) di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang kian mendesak. Upacara pelantikan digelar khidmat di Ruang Sidang Utama (RSU) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, pada Rabu (14/1/2026), berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2/TPA Tahun 2026.
Dalam arahannya yang penuh semangat, Tito menekankan urgensi kompetensi tinggi di jajaran Kemendagri. “Kita punya tugas berat di luar Kemendagri, mulai dari penguatan otonomi daerah hingga sinkronisasi politik nasional. Makanya, enggak mau enggak mau, harus didukung orang-orang kompeten yang bisa nangkap arahan cepat dan eksekusi tanpa hambatan,” tegas Tito, seperti dikutip pada Kamis (15/1/2026).
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan strategi segar untuk merevitalisasi organisasi. Tito mengakui pergantian jabatan sebagai hal biasa yang justru menyuntikkan energi baru. “Ini kesempatan buat pejabat merasakan tantangan segar, sekaligus buat organisasi lebih lincah. Saya sudah pantau kinerja jajarannya; hanya yang inovatif dan berprestasi yang layak duduki posisi strategis,” ujarnya.
Ia bahkan membuka pintu lebar bagi inisiatif bawahannya, dengan kewenangan luas yang diberikan. “Kecepatan eksekusi tugas adalah kunci. Jangan tunggu instruksi; ambil langkah proaktif.
Tiga nama anyar yang dilantik punya rekam jejak solid, siap hadapi isu panas seperti desentralisasi kekuasaan dan stabilitas pemerintahan daerah di era pasca-pemilu. Pertama, Akmal Malik resmi jabat Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum). Sebagai ahli kebijakan politik, Akmal diharapkan perkuat koordinasi antarlembaga untuk cegah konflik horizontal di daerah.
Kedua, Cheka Virgowansyah tunjuk sebagai Dirjen Otonomi Daerah (Otda). Dengan pengalaman mendalam di tata kelola daerah, Cheka bakal dorong pemerataan fiskal dan pengawasan transfer anggaran pusat-daerah, yang krusial di tengah disparitas pembangunan antarprovinsi.
Ketiga, Bahtiar dilantik sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pemerintahan. Posisi ini strategis untuk beri masukan tajam soal reformasi birokrasi, termasuk digitalisasi layanan publik yang masih jadi PR besar Kemendagri.
Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah Jokowi-Prabowo 2.0 yang prioritas percepatan pelayanan publik. Tito menutup arahannya dengan harapan optimis: “Mudah-mudahan kalian semua bisa bantu saya wujudkan Kemendagri yang lebih tangguh. Prestasi bukan janji, tapi aksi nyata.
Pelantikan ini menuai apresiasi dari kalangan birokrat. Pengamat pemerintahan Andi Wijaya menilai, “Ini sinyal positif: Tito serius regenerasi kepemimpinan untuk hadapi disrupsi digital dan tuntutan masyarakat.” Sementara itu, para pejabat lama yang bergeser jabatan disebut tetap dapat kesempatan rotasi, menjaga harmoni internal.
Dengan formasi baru ini, Kemendagri optimis tingkatkan performa di 2026, khususnya menjelang pilkada serentak. Tito Karnavian, mantan Kapolri yang dikenal tegas, kian perkuat citranya sebagai reformer birokrasi.









