Kulit Durian Diolah Jadi Pupuk Organik: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan

oleh -21 Dilihat
oleh
Kulit durian yang dulunya dianggap limbah, kini diolah menjadi pupuk organik kaya nutrisi. Inovasi sederhana ini bantu tingkatkan kesuburan tanah dan kurangi sampah, jadi solusi cerdas untuk pertanian berkelanjutan.-Istimewa/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,- Limbah durian kini bukan lagi masalah, melainkan peluang emas dalam dunia pertanian.

Durian dikenal sebagai raja buah tropis yang digemari banyak orang, namun siapa sangka kulitnya yang berduri ternyata menyimpan potensi besar sebagai pupuk organik? Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan, kulit durian muncul sebagai bahan alternatif pupuk yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga kaya nutrisi.

Kulit durian mengandung kalium tinggi salah satu unsur hara makro esensial bagi tanaman. Kalium berperan penting dalam pembentukan buah, perkembangan akar, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit dan stres lingkungan. Selain itu, kandungan bahan organik dalam kulit durian mampu memperbaiki struktur tanah, menjadikannya lebih gembur, subur, dan kaya mikroorganisme bermanfaat.

Pengolahan kulit durian menjadi pupuk organik juga memberikan solusi terhadap masalah limbah. Setiap musim panen, ribuan ton kulit durian dibuang begitu saja dan menimbulkan tumpukan sampah berbau tak sedap. Dengan teknologi sederhana, limbah ini bisa diolah menjadi kompos atau ekstrak organik yang bernilai tinggi.

Cara Mudah Mengolah Kulit Durian Jadi Pupuk:

Pencacahan: Potong kulit durian menjadi bagian kecil agar mudah terurai.

Campuran Bahan: Gabungkan potongan kulit durian dengan pupuk kandang dan sedikit kapur dolomit.

Tambahkan Bioaktivator: Semprotkan cairan bioaktivator (berisi mikroorganisme pengurai) yang telah dicampur air.

Fermentasi: Aduk rata, simpan dalam karung atau wadah tertutup, dan biarkan selama beberapa minggu.

Pemeliharaan: Aduk dan semprot ulang bioaktivator setiap minggu untuk mempercepat proses dekomposisi.

Setelah 3–4 minggu, kulit durian yang semula limbah berubah menjadi pupuk organik siap pakai yang dapat langsung digunakan di lahan pertanian atau pekarangan rumah.

Upaya ini bukan hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang usaha baru di sektor agribisnis dan ekonomi sirkular. Jika dikembangkan secara masif, inovasi ini bisa menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Kulit durian tak lagi hanya sampah tapi aset berharga untuk masa depan pertanian Indonesia.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.