KLIKINFOBERITA.COM,- Jembatan penghubung utama di Desa Merigi Kelindang, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, mengalami longsor parah pada pondasinya. Kerusakan ini mengancam aktivitas sehari-hari ribuan warga, khususnya petani sawit yang bergantung padanya untuk mengangkut hasil panen, pasir, dan batu.
Kepala Desa Merigi Kelindang, Asirun, mengungkapkan keluhan warga sudah berlarut-larut. “Jembatan ini akses utama mereka. Sudah lama kami laporkan ke pihak terkait,” katanya. Jika longsor memburuk hingga jebol, warga terpaksa memutar jalan jauh keluar desa, mengganggu distribusi hasil tani dan mata pencaharian harian.
Saat ini, jembatan masih bisa dilalui kendaraan ringan seperti sepeda motor dan mobil kecil. “Petani masih bisa bawa sawit atau bahan bangunan, tapi muatan berat dilarang demi keselamatan,” tambah Asirun.
Ia mendesak pemerintah daerah bertindak cepat. “Kami harap Bupati dan Dinas terkait segera tangani agar jembatan tersebut tidak roboh,takutnya nanti kalau di biarkan akan memakan korban.”ujar Asirun.
Camat Merigi Kelindang, Yermi, membenarkan laporan tersebut. Bersama Kapolsek Taba Penanjung, ia langsung inspeksi lokasi usai telepon dari kepala desa. “Pondasi sudah turun signifikan. Kendaraan berat tak boleh lewat lagi,” ujarnya.
Meski administratif masuk Kecamatan Taba Penanjung, Yermi siap bantu perbaikan darurat. “Kami dari Merigi Kelindang paling sering pakai jembatan ini. Gotong royong siap dilakukan jika diinstruksikan,” pungkasnya.
Warga yang melintas kini cemas menanti solusi. Longsor jembatan, apalagi di bagian pondasi jembatan ini jadi pengingat urgensi pemeliharaan infrastruktur pedesaan di tengah musim hujan deras.











