Janji “Jalan Mulus” Bupati Benteng Berisiko Gagal: Masyarakat Dusun Anyar Masih Berhadapan dengan Lumpur dan Genangan

oleh -65 Dilihat
oleh
Warga Dusun Anyar terkatung-katung di jalan berlumpur sepanjang 2 km janji “Jalan Mulus” belum terealisasi. Musrembang berulang, harapan menunggu tindakan nyata dari pemerintah.-Foto : Dedy/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Program utama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, khususnya yang pertama berjudul “Program Jalan Mulus”, tampaknya masih sangat jauh dari realita yang ada di lapangan. Janji tersebut justru bertentangan dengan keadaan infrastruktur yang dialami masyarakat Desa Dusun Anyar, Kecamatan Pondok Kubang. Sampai saat ini, akses penting sepanjang dua kilometer dengan lebar empat meter ini belum mendapatkan pembangunan yang memadai sejak pengerasan terakhir yang dilakukan pada tahun 2016 lalu.

Kondisi jalan yang merupakan jalan kabupaten ini kini hanya tampak sebagai hamparan kerikil dan tanah merah. Saat musim hujan, jalanan berubah menjadi lautan lumpur dan genangan yang membuat kendaraan roda dua maupun roda empat hampir tidak mungkin untuk melintas. Yang lebih ironis, jalan ini adalah akses utama menghubungkan Desa Dusun Anyar dengan Komplek Perkantoran Renah Semanek dan Kantor Bupati Bengkulu Tengah.

Kepala Desa Dusun Anyar, Arman, menyampaikan kekecewaannya yang mendalam terhadap terabaikannya infrastruktur ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berulang kali mengusulkan perbaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil yang nyata.

“Jalan ini telah tertinggal tanpa perhatian pembangunan selama bertahun-tahun. Setiap tahun kami mengusulkan di Musrembang, tetapi hasilnya tetap saja kerikil dan tanah merah. Pada tahun 2016 hanya dilakukan pengerasan sederhana, dan hingga saat ini belum ada kejelasan kapan akan dibangun lagi,” keluh Arman.

Arman meminta Bupati Bengkulu Tengah dan dinas terkait untuk segera bertindak. Ia berharap jalan ini bisa ditingkatkan menjadi aspal, atau setidaknya menggunakan metode Laston (Lapisan Atas Beton) agar lebih awet. “Yang paling menyakitkan bagi warga adalah ketika musim hujan. Jalan tidak bisa dilalui karena genangan di mana-mana. Kami sangat berharap ada perhatian serius untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan ini,” tegasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Camat Pondok Kubang, Hendri Irawan, S. Sos. , mengakui adanya kerusakan serius pada akses ini. Ia menegaskan bahwa jalan yang menghubungkan ke pusat pemerintahan daerah memang dalam kondisi yang memprihatinkan dan sangat memerlukan perbaikan.

“Benar sekali, setiap tahun kami sudah mengajukan perbaikan ini di Musrembang. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat usulan tersebut belum bisa sepenuhnya direalisasikan,” jelas Hendri.

Namun, Hendri memberikan sedikit harapan. Ia menyatakan bahwa pihak kecamatan akan kembali memprioritaskan pengajuan perbaikan jalan Dusun Anyar dalam Musrembang Kabupaten tahun ini. Menurutnya, perbaikan jalan ini sangat penting karena menyangkut aksesibilitas bagi masyarakat desa serta efisiensi birokrasi menuju kantor bupati.

“Kami optimis jika kondisi keuangan daerah membaik, insyaallah tahun depan jalan ini akan segera dibangun. Ini sangat penting terkait akses masyarakat dan juga menjadi jalur alternatif yang lebih dekat jika kami perlu rapat dengan Bapak Bupati,” pungkas Hendri.

Saat ini, masyarakat hanya bisa bersabar sambil berharap bahwa komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan program “Jalan Mulus” tidak hanya sekadar menjadi slogan politik, melainkan adalah bukti nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di pelosok Bengkulu Tengah.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.