HIMBAUAN BPBD BENGKULU TENGAH: ANTISIPASI LONGSOR DAN POHON TUMBANG DI JALUR LIKU SEMBILAN

oleh -113 Dilihat
oleh
BPBD Bengkulu Tengah waspadai longsor dan pohon tumbang di Liku Sembilan Batasi kecepatan 30 km/jam, hindari hujan deras, patuhi rambu. Keselamatan Anda prioritas—laporkan bahaya ke posko terdekat.-Foto : Dedi,adv/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,- Menyikapi bertambahnya intensitas hujan dalam beberapa minggu terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Tengah mengeluarkan peringatan penting bagi seluruh pengguna jalan di Liku Sembilan. Jalur ini adalah jalur utama antara Kota Bengkulu dan Curup, dan setiap harinya dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil penumpang, kendaraan barang, hingga transportasi umum.

Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Tengah, Rachmat Hidayat, SE, ingatkan pengguna jalan waspadai risiko longsor dan pohon tumbang di Jalur Liku Sembilan akibat hujan deras. Batasi kecepatan maksimal 30 km/jam, hindari hujan lebat, dan patuhi rambu peringatan untuk keselamatan perjalanan Bengkulu-Curup.-Foto : Dedi,adv/klikinfoberita com.

Rachmat Hidayat, S. E. , Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Tengah, menjelaskan bahwa jalur ini melewati daerah perbukitan dan hutan lebat, sehingga sangat rentan terhadap bencana alam saat musim hujan. “Dari hasil pengecekan di lapangan dan analisis kondisi tanah serta tumbuhan, kami menemukan adanya potensi risiko yang cukup besar, seperti longsor dan pohon tumbang. Kedua bahaya ini bisa datang kapan saja dan bisa menghalangi jalan bahkan menimpa kendaraan yang sedang lewat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tingginya volume lalu lintas pada jalur ini, di mana sepeda motor menjadi jenis transportasi utama, akan memperburuk situasi jika bencana mendadak terjadi. “Lereng bukit yang menjadi lunak akibat terus-menerus terkena hujan, ditambah dengan pohon besar yang akarnya semakin lemah dalam menahan tanah yang basah, menjadi dua faktor utama penyebab bencana. Bahkan di sejumlah titik tajam dan area dekat jurang, tanda pergeseran tanah sudah mulai terlihat, meskipun saat ini belum sampai pada tahap longsor besar,” jelas Rachmat.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kehilangan jiwa, BPBD Bengkulu Tengah meminta kepada semua pengguna jalan untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan berikut:

1. Batasi kecepatan maksimum hingga 30 km/jam, terutama saat melewati tikungan, area lereng, dan tempat-tempat yang banyak ditumbuhi pepohonan besar. Kecepatan yang lebih lambat memberi waktu yang cukup untuk bereaksi jika terjadi longsor atau pohon tumbang.

2. Hindari berkendara saat hujan deras atau ketika kabut mengurangi jarak pandang. Tunda perjalanan hingga cuaca membaik dan jalur dinyatakan aman oleh petugas.

3. Perhatikan dan patuhi rambu peringatan bencana yang dipasang di sepanjang jalur, serta ikuti semua instruksi dari petugas yang sedang bertugas melakukan pemantauan.

4. Jangan berkendara terlalu dekat dengan kendaraan lain, terutama di jalan yang sempit, untuk memastikan proses evakuasi darurat jika ada kejadian bisa berjalan dengan baik.

5. Siapkan peralatan keamanan tambahan seperti jas hujan yang layak dan senter, serta pastikan semua komponen kendaraan dalam keadaan baik sebelum perjalanan.

BPBD juga mengundang masyarakat untuk aktif melaporkan tanda-tanda bahaya, seperti retakan tanah yang melebar, pohon yang miring, atau aliran air yang tidak biasa, ke posko BPBD terdekat atau kontak darurat yang telah disediakan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan rutin, membersihkan jalur dari material berbahaya, serta menempatkan petugas di lokasi-lokasi yang rawan. Namun, penting untuk diingat bahwa keselamatan diri adalah tanggung jawab masing-masing. Kerjasama dan kewaspadaan bersama adalah kunci utama untuk meminimalkan risiko bencana. Mari kita saling menjaga dan berhati-hati, agar setiap perjalanan di Liku Sembilan selalu aman dan berhasil sampai tujuan,” tutup Rachmat.(Adv)

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.