KLIKINFOBERITA.COM,– Proses pencairan dana hibah partai politik (parpol) untuk tahun anggaran 2025 kini memasuki tahap finalisasi. Kabid Politik Dalam Negeri Azhari mengonfirmasi, total dana sebesar Rp1.296.270.000 akan dialokasikan kepada sembilan partai politik, dengan PDIP, Gerindra, dan Nasdem sebagai penerima tertinggi. Syarat pencairan bergantung pada audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati.
Azhari menjelaskan, pencairan dana hibah diawali dengan ketersediaan anggaran berdasarkan usulan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bengkulu Tengah. Besaran dana dihitung berdasarkan jumlah suara sah partai pada Pemilu 2024, dikalikan Rp18.000 per suara. “Perhitungan ini merujuk indeks Rp1.500 per bulan selama 12 bulan,” ujarnya. Namun, dua syarat utama harus dipenuhi: Laporan Hasil Audit (LHP) BPK yang menyatakan anggaran 2024 partai bersih dari masalah, serta penerbitan SK Bupati yang merinci alokasi dana per parpol.
Azhari menekankan, dana hibah wajib dialokasikan sesuai ketentuan: 40% untuk operasional sekretariat partai dan 60% untuk program pendidikan politik masyarakat. “Ini untuk memastikan parpol tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan literasi politik konstituen,” tegasnya. Pembagian ini diharapkan memperkuat peran partai dalam menyebarkan pemahaman demokrasi, sekaligus mendorong partisipasi publik dalam proses politik.
Dari total Rp1,29 miliar, tiga partai mendominasi alokasi tertinggi: PDIP, Gerindra, dan Nasdem. Di bawahnya, PPP, Perindo, Golkar, PAN, Hanura, dan PKS menyusul sebagai penerima dengan porsi lebih kecil. Meski besaran masing-masing partai belum dirinci, skema pembagian tetap mengacu pada suara sah Pemilu 2024.
Meski proses finalisasi telah dimulai, Azhari menyatakan ketersediaan dana masih menunggu koordinasi antara Kesbangpol dan Badan Keuangan Daerah (BKD). “Kami berkomitmen memastikan proses transparan dan akuntabel sesuai regulasi,” tambahnya. Koordinasi ini dinilai krusial untuk menghindari keterlambatan pencairan, terutama jelang Persiapan pemilu.









