Dinas Perpustakaan Targetkan 2027 Semua Desa di Kaur Punya Perpustakaan

oleh -25 Dilihat
oleh
Program DISPUSIPDA dorong literasi inklusif; harapan tumbuh, anak-anak belajar, dan komunitas saling memberdayakan menuju target 2027.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Dari 192 desa yang ada di Kabupaten Kaur, baru 37 desa yang memiliki perpustakaan desa. Artinya, masih ada 155 desa yang belum memiliki fasilitas perpustakaan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DISPUSIPDA) Kabupaten Kaur menargetkan seluruh desa memiliki perpustakaan pada tahun 2027 melalui program pembangunan bertahap dan penguatan peran pemerintah desa.

Plt. Kepala DISPUSIPDA, Syalehjon, menjelaskan bahwa model pembangunan perpustakaan akan disesuaikan dengan kapasitas desa dan melibatkan partisipasi masyarakat. “Kami akan mendorong pemerintah desa untuk berperan aktif, mulai dari menyediakan ruang, pengelola, hingga dukungan anggaran minimal. Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat literasi dan pemberdayaan berbasis inklusi sosial,” kata Syalehjon, Rabu (14/8/2026).

Menurut data DISPUSIPDA, Kecamatan Kaur Selatan saat ini menjadi wilayah dengan jumlah perpustakaan desa terbanyak. Keberhasilan di kecamatan itu dijadikan acuan untuk mereplikasi praktik baik di kecamatan lain, khususnya yang belum memiliki perpustakaan sama sekali. Bentuk praktik baik meliputi pemanfaatan ruangan balai desa, pembentukan relawan literasi, serta kolaborasi dengan sekolah dan lembaga swadaya masyarakat.

DISPUSIPDA merencanakan beberapa langkah strategis untuk mencapai target 2027. Pertama, pendataan dan pemetaan kebutuhan perpustakaan di setiap desa. Kedua, penyediaan paket awal buku dan bahan bacaan sesuai kebutuhan lokal. Ketiga, pelatihan pengelola perpustakaan desa, termasuk literasi digital dan tata kelola administrasi. Keempat, mekanisme pendanaan campuran (alokasi desa, APBD kabupaten, dan dukungan mitra).

Syalehjon menambahkan bahwa pembangunan perpustakaan akan bersifat bertahap dan terukur. “Kami prioritaskan desa yang memiliki akses pendidikan rendah dan fasilitas publik minim. Selain itu, kami membuka ruang kemitraan dengan organisasi, perguruan tinggi, dan sektor swasta untuk mempercepat pemenuhan target,” ujarnya.

Penduduk dan tokoh masyarakat sebagian menyambut rencana ini positif. Seorang kepala desa di Kecamatan Kaur Selatan menyatakan, keberadaan perpustakaan telah meningkatkan minat baca anak-anak dan menjadi lokasi kegiatan pelatihan keterampilan. Namun, sejumlah desa mengingatkan pentingnya komitmen anggaran dan keberlanjutan pengelolaan agar perpustakaan tidak hanya berfungsi pada awal pendirian.

Dengan langkah sistematis dan dukungan lintas sektor, DISPUSIPDA optimistis target 155 desa yang belum memiliki perpustakaan dapat terpenuhi pada 2027, menjadikan seluruh desa di Kaur memiliki akses literasi yang merata.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.