KLIKINFOBERITA.COM,- Perbaikan Jembatan Merah Putih di Desa Air Pahlawan, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, terus dikebut. Hingga Minggu (20/9/2026), progres perbaikan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung dalam pekan ini.
Setelah seluruh pekerjaan selesai, jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat itu akan segera diresmikan dan kembali dimanfaatkan secara aman oleh warga.
Jembatan sepanjang 22 meter dengan lebar 4 meter tersebut menghubungkan Desa Air Pahlawan dengan Dusun Datar Kepahiang. Selama ini, jembatan itu menjadi jalur vital bagi aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah serta masyarakat yang menuju lahan pertanian.
Kondisi lantai jembatan sebelumnya mengalami kerusakan. Sejumlah papan kayu telah lapuk, patah, dan berlubang sehingga membahayakan warga yang melintas. Kerusakan tersebut juga dikhawatirkan menghambat aktivitas pendidikan dan pengangkutan hasil pertanian.
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, personel Polsek Nasal bersama Pemerintah Desa Air Pahlawan, guru SDN 72, guru SMPN 20, dan warga setempat bergotong royong memperbaiki jembatan tersebut.
Kapolres Kaur AKBP Wiwin Syamsul Arifin, S.I.K., M.A.P., mengatakan, perbaikan Jembatan Merah Putih merupakan bentuk nyata kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Perbaikan ini kami lakukan untuk menindaklanjuti keluhan warga. Jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat, anak-anak sekolah, dan petani. Karena itu, kondisinya harus segera dibenahi agar dapat digunakan dengan aman,” ujar Wiwin.
Ia menjelaskan, pemasangan papan lantai jembatan yang baru saat ini telah selesai dilakukan. Tahap berikutnya tinggal pengecatan rangka besi sebelum jembatan tersebut diresmikan dan dibuka kembali untuk masyarakat.
“Ini merupakan Jembatan Merah Putih yang kesembilan. Wujud kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya, baik melalui akses yang aman bagi warga, perjalanan anak sekolah yang lebih tenang, maupun kemudahan dalam mengangkut hasil pertanian,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan perbaikan jembatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara kepolisian, pemerintah desa, tenaga pendidik, dan masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan.
“Sinergi ini sejalan dengan semangat GAGAH, yaitu Gerak Cepat, Adaptif, Gotong Royong, Aktif Melayani, dan Hindari Pelanggaran,” tutur Kapolres.
Dengan selesainya perbaikan tersebut, masyarakat berharap Jembatan Merah Putih dapat digunakan lebih aman, nyaman, dan bertahan lebih lama sebagai penghubung utama antarwilayah serta pendukung aktivitas pendidikan dan perekonomian warga.
Penulisan nama program dan langkah kepemimpinan Kapolres dalam perbaikan jembatan ini selaras dengan pemberitaan mengenai sejumlah Jembatan Merah Putih Presisi di Kabupaten Kaur.







