Akselerasi Transformasi Layanan Primer, Dinkes Bengkulu Tengah Perkuat Kapasitas Nakes Puskesmas Lewat Evaluasi Posyandu

oleh -15 Dilihat
oleh
Dinkes Bengkulu Tengah gelar Evaluasi Orientasi Posyandu. Yusvera dan Susilo Dhamarini hadiri, perkuat kompetensi nakes Puskesmas dukung transformasi layanan primer berbasis siklus hidup demi kesehatan masyarakat optimal.-Foto :red,adv/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Dalam upaya mempercepat implementasi kebijakan Transformasi Layanan Primer (TLP) yang dicanangkan pemerintah pusat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah menggelar kegiatan strategis berupa Evaluasi dan Orientasi Pembinaan Posyandu. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (8/9) ini menjadi momentum krusial bagi peningkatan kompetensi tenaga kesehatan Puskesmas dalam mengawal kualitas layanan kesehatan di tingkat paling akar rumput.

Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Bengkulu Tengah, Yusvera, S.ST., ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kesehatan serta mitra strategis daerah. Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bengkulu Tengah yang juga merupakan Pembina Posyandu Kabupaten, Dr. Susilo Dhamarini, S.KM., M.Ph., serta Kasi Promosi Kesehatan (Promkes) Bidang Kesmas Dinkes Provinsi Bengkulu, Oyon Kanedi, S.KM.

Dalam sambutannya, Yusvera menegaskan bahwa wajah pelayanan kesehatan dasar kini sedang mengalami pergeseran paradigma yang fundamental. Posyandu tidak lagi sekadar dipandang sebagai tempat penimbangan balita, melainkan sebagai ujung tombak integrasi layanan kesehatan berbasis siklus hidup.

“Kualitas layanan Posyandu sangat ditentukan oleh kapasitas kader, namun di sisi lain, pembinaan teknis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas adalah kuncinya. Puskesmas memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk melakukan supervisi, monitoring, dan evaluasi agar standar pelayanan tetap terjaga di tengah masyarakat,” ujar Yusvera di hadapan para peserta.

Yusvera menjelaskan bahwa orientasi ini dirancang untuk menjawab tantangan kesehatan terkini, mulai dari percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), pencegahan stunting yang masif, hingga pengendalian penyakit menular dan tidak menular. Ia menekankan bahwa tenaga kesehatan Puskesmas harus mampu menerjemahkan kebijakan makro menjadi aksi mikro yang terukur di wilayah binaan masing-masing.

“Seiring dengan penguatan pelayanan berbasis siklus hidup, Posyandu diarahkan untuk semakin optimal. Evaluasi ini bertujuan agar tenaga kesehatan mampu melakukan pembinaan secara sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan. Kita tidak bisa bekerja sendiri, kolaborasi lintas sektor dan peran aktif TP PKK seperti yang diwakili Ibu Ketua hari ini adalah syarat mutlak keberhasilan,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Susilo Dhamarini dalam paparannya menyoroti pentingnya sinergitas antara sektor kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, transformasi layanan primer hanya akan berhasil jika ada kedekatan emosional dan teknis antara petugas kesehatan dengan kader dan masyarakat.

Sementara itu, Oyon Kanedi dari Dinkes Provinsi Bengkulu memberikan pembekalan terkait strategi promosi kesehatan yang efektif. Ia mengingatkan bahwa komunikasi risiko dan edukasi masyarakat harus dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami, guna meningkatkan cakupan imunisasi dan kesadaran hidup bersih sehat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi seluruh tenaga kesehatan Puskesmas untuk lebih proaktif dalam mendampingi kader, mengimplementasikan Integrasi Layanan Primer (ILP), serta memastikan setiap desa dan kelurahan memiliki standar pelayanan kesehatan yang prima dan berorientasi pada kepuasan serta keselamatan pasien.(adv)

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.