Rupiah Menguat Didorong Cadangan Devisa Naik, Waspadai Ketegangan Timur Tengah

oleh -33 Dilihat
oleh
Rupiah Menguat ke Rp17.632 Didorong Kenaikan Cadangan Devisa RI.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (8/9/2026). Mata uang Garuda ini naik 8 poin atau sekitar 0,05 persen ke posisi Rp17.632 per dolar AS. Penguatan juga tercermin dalam data JISDOR Bank Indonesia (BI) yang bertengger di level Rp17.618 per dolar AS, membaik dari sesi sebelumnya.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan ini didukung sentimen domestik yang solid. BI mencatat posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia per akhir Agustus 2026 mencapai USD146,5 miliar, naik dari USD145,3 miliar pada Juli 2026. Kenaikan ini dipicu penerimaan pajak, jasa, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta intervensi stabilisasi nilai tukar oleh BI amid ketidakpastian global.

Posisi cadev tersebut setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh di atas standar kecukupan internasional minimal tiga bulan impor, sehingga mampu menopang ketahanan sektor eksternal dan stabilitas makroekonomi nasional.

“Persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang menarik tetap menjadi magnet aliran modal asing,” ujar Ibrahim.

Meski demikian, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dengan potensi melemah di rentang Rp17.630-Rp17.670 per dolar AS. Tekanan eksternal masih menghantui pasar, terutama peringatan Iran bahwa infrastruktur minyak dan gas di Teluk dapat menjadi sasaran balasan. Ancaman pengetatan pengawasan maritim di Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi, meski lalu lintas kapal di Selat Bab el-Mandeb justru meningkat menjadi 29 kapal pada Senin.

Sinyal diplomasi antara Iran dan Oman mengenai pengaturan Selat Hormuz yang hampir tercapai memberikan sedikit penyeimbang. Namun, fokus pasar kini beralih ke data inflasi AS. Investor menunggu rilis Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis dan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat. Data ini krusial mengingat pasar masih memperhitungkan peluang 60 persen kenaikan suku bunga The Fed pekan depan, menyusul kuatnya data nonfarm payrolls AS.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.