Workshop MapBiomas Bengkulu: Data Spasial Sebagai Kunci Pembangunan Berkelanjutan

oleh -15 Dilihat
oleh
Kepala Diskominfo Nelly Alesa: "Data seperti peta harta karun!" Peserta kuasai analisis tutupan lahan via satelit untuk tata ruang hijau, cegah deforestasi, dan mitigasi iklim. Bengkulu pionir.-Foto :s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Dalam menghadapi kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, Pemerintah Provinsi Bengkulu melaksanakan inisiatif strategis lewat Workshop Pemanfaatan Data MapBiomas Indonesia. Acara ini berlangsung di Hotel Mercure Bengkulu pada hari Rabu (13/5), dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, beserta puluhan peserta dari berbagai lembaga pemerintah dan sektor terkait.

Workshop ini lebih dari sekadar pertemuan biasa; ini adalah langkah maju dalam pengambilan keputusan. Dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang data spasial berbasis penginderaan jauh melalui platform MapBiomas Indonesia, kegiatan ini menyediakan alat penting untuk menilai tutupan lahan, mendeteksi perubahan lanskap, serta melakukan analisis geospasial yang mendalam. “Data spasial ini ibarat peta harta karun bagi upaya pembangunan,” ujar Nelly Alesa, menegaskan nilainya dalam mendukung kebijakan berbasis bukti.

Penekanan utama: Penggunaan Data Spasial untuk Pembangunan Berkelanjutan. Para peserta diajarkan bagaimana cara menggunakan data MapBiomas untuk merencanakan tata ruang secara akurat, mengelola sumber daya alam, dan mengurangi dampak dari perubahan iklim. Bayangkan saja: dengan bantuan visualisasi dari satelit, Bengkulu kini dapat melacak deforestasi di Bengkulu Tengah dengan cepat, mencegah peralihan fungsi lahan secara sembarangan, serta merancang infrastruktur kota yang lebih hijau. Ini sangat penting untuk mengatasi masalah seperti banjir musiman dan kerusakan hutan, di mana data tradisional sering kali datang terlambat atau tidak tepat.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menyambut baik inisiatif ini sebagai penguatan kapasitas sumber daya manusia di era digital. “Kerja sama dengan MapBiomas akan menjadikan kebijakan kita lebih terarah, terukur, dan fleksibel,” tambah Nelly. Workshop ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tapi juga pelatihan langsung: peserta mempelajari data tutupan lahan tahun 2025 dan membandingkannya dengan data tahun sebelumnya untuk mensimulasikan skenario pembangunan berkelanjutan.

Manfaatnya sangat luas. Dalam bidang lingkungan, data spasial membantu melindungi ekosistem mangrove di pesisir Bengkulu. Untuk perencanaan ruang, dapat mengoptimalkan zonasi industri tanpa merugikan sektor pertanian. Bahkan, dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan tol atau objek wisata alam, analisis geospasial memastikan bahwa proyek-proyek tersebut berisiko rendah terhadap lingkungan. Hasilnya? Pembangunan daerah yang efisien, inklusif, dan berorientasi masa depan.

Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, Bengkulu siap menjadi pelopor penggunaan data spasial di Indonesia Timur. Langkah ini tidak hanya memperkuat ekonomi hijau, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.