Warga Pondok Kubang Resah Serbuan Lalat dan Bau Busuk dari Kandang Ayam BUMDes

oleh -397 Dilihat
oleh
Warga Dusun I Pondok Kubang resah. Serbuan lalat dan bau menyengat dari kandang ayam BUMDes cemari rumah hingga masjid. Pemdes diminta segera tangani.-Foto: Dedi/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,-Warga Dusun I Desa Pondok Kubang, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, mengeluhkan bau menyengat dan serbuan lalat yang diduga berasal dari kandang ayam milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kondisi ini mengganggu kenyamanan sehari-hari, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ibadah di masjid dan mushola setempat.

Keluhan warga semakin menguat sejak kandang ayam itu beroperasi sekitar satu bulan terakhir. Bau tak sedap kini meresap ke permukiman padat, sementara lalat beterbangan masuk rumah dan tempat ibadah. Situasi ini membuat warga was-was, khawatir berujung masalah kesehatan seperti penyakit kulit atau gangguan pernapasan.

Salah seorang warga yang enggan disebut namanya menyuarakan keresahan. “Kami sangat resah dengan serbuan lalat dan bau menyengat ini. Kandang ayam baru sebulan jalan, lingkungan sudah tercemar parah. Bahkan tempat ibadah kami penuh lalat, sulit konsentrasi salat,” ujarnya, Rabu (19/1/2026).

Warga mendesak pemerintah desa bertindak cepat. Mereka khawatir dampak buruk bagi kesehatan dan potensi konflik sosial jika dibiarkan. “Harus ada solusi konkret, jangan sampai warga sakit semua,” tambah warga lain.

Ketua BUMDes Desa Pondok Kubang, Lukman Hakim, menanggapi keluhan itu. Ia berjanji menyampaikan isu lingkungan ke pemerintah desa dan pendamping desa. “Jika memang berdampak buruk, kami laporkan. Ini badan usaha berstruktur, ada ketua, sekretaris, bendahara, dan pengelola. Semua berdasarkan SK,Jadi BUMDes itu bekerja atas perintah Kepala Desa. ” katanya.

Lukman mengaku BUMDes tak terlibat sejak awal pembangunan kandang. “Kami terima bangunan siap pakai. Soal izin lingkungan atau kesepakatan dengan warga, kami tak tahu. Pindah kandang tak mudah, harus bangun ulang dari nol,” lanjutnya.

Pihak BUMDes komitmen bahas bersama pemdes dan pendamping. Tak menutup kemungkinan libatkan kecamatan untuk solusi terbaik. Sementara itu, warga berharap penanganan segera agar kampung kembali nyaman.

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.