KLIKINFOBERITA.COM,– Pemerintah Kota Bengkulu menunjukkan komitmen nyata dalam pengembangan ekonomi syariah melalui sosialisasi Wakaf Uang Kolaborasi Bank Fadhilah yang digelarnya di Aula Hidayah I, Kantor Wali Kota Bengkulu, Kamis (16/7/2026). Kegiatan bertema “Membangun Ekonomi Umat Melalui Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Bersama” ini dihadiri Wali Kota Dedy Wahyudi, Wakil Wali Kota Ronny P.L. Tobing, Direktur Utama BPRS Fadhilah Dendi Prasetya, serta seluruh jajaran pimpinan OPD dan camat se-Kota Bengkulu.
Direktur Utama BPRS Fadhilah, Dendi Prasetya, menjelaskan bahwa wakaf uang merupakan instrumen sedekah inovatif yang dapat menjadi amal jariyah berkelanjutan. “Dulu kita mengenal wakaf hanya terbatas pada tanah, bangunan, atau kendaraan. Kini wakaf juga dapat berupa uang,” ujarnya. Sejak November 2025, Bank Fadhilah resmi mendapat izin dari Kementerian Agama sebagai lembaga penerima wakaf uang—sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki semua bank syariah. “Tidak banyak BPRS yang menerima izin ini. Kolaborasi dengan Pemkot Bengkulu diharapkan mampu menyalurkan dana wakaf untuk kemaslahatan umat,” tambah Dendi.
Wali Kota Dedy Wahyudi menegaskan bahwa Pemkot Bengkulu memiliki kepemilikan penuh atas BPRS Fadhilah yang lahir pada era kepemimpinan Wali Kota Helmi Hasan. “Kebetulan kita punya dua bank. Pertama, investasi di Bank Bengkulu; kedua, BPRS Fadhilah yang murni milik pemerintah daerah. Tidak banyak daerah yang memiliki bank sendiri,” ungkapnya. Berbagai program terus digalakkan untuk memajukan Bank Fadhilah, termasuk pengelolaan wakaf uang bersertifikasi resmi.
Apresiasi tinggi diberikan kepada Ketua Dewan Pengawas BPRS Fadhilah, Prof. Rohimin, yang memberikan teladan dengan memindahkan deposito Rp200 juta dari bank lain untuk diwakafkan melalui Bank Fadhilah. “Ini contoh luar biasa yang patut kita tiru,” puji Dedy.
Dalam arahannya, Wali Kota mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) mendukung program ini tanpa paksaan. “Saya mengimbau, bukan memaksa. Uang yang didepositokan tidak hilang, hasil bagi hasilnya justru dimanfaatkan untuk kepentingan umat,” tegasnya. Ia meminta seluruh kepala OPD menyosialisasikan program ini hingga ke jajaran eselon III agar semakin banyak pihak menempatkan dananya di Bank Fadhilah.
Langkah strategis ini diharapkan memperkuat ekosistem keuangan syariah di Bengkulu sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi umat secara produktif dan berkelanjutan.









