Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli): Antara Mitos dan Bahaya yang Mematikan

oleh -16 Dilihat
oleh
Getahnya iritatif memicu luka bakar kulit, buta mata, muntah. BPOM larang! Hindari pengobatan tradisional. Hiasan indah, bahaya mematikan. Waspada.-Foto: istimewa/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA. COM – Di balik namanya yang menarik serta penampilannya yang unik, tanaman patah tulang menimbulkan risiko besar bagi kesehatan. Dengan nama ilmiah Euphorbia tirucalli, tanaman ini dikenal luas sebagai tanaman hias dan juga digunakan dalam pengobatan tradisional. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan larangan resmi untuk penggunaannya sebagai obat herbal karena getahnya yang sangat berbahaya.

Tanaman patah tulang memiliki sebutan lain seperti kayu urip dalam bahasa Jawa, susuru dalam bahasa Sunda, atau pacing tawa dalam bahasa Madura. Tanaman ini adalah semak yang tumbuh tegak dan dapat mencapai tinggi 2-6 meter. Ciri khasnya adalah batang ramping berwarna hijau yang menyerupai pensil, memiliki banyak cabang, dan hampir tidak memiliki daun. Cabangnya terlihat seperti tulang yang patah, sehingga dinamai “patah tulang”

Tanaman ini berasal dari kawasan tropis di Afrika, meliputi wilayah dari Angola hingga Zanzibar, dan kini telah tersebar di banyak daerah tropis dan subtropis, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, tanaman ini banyak ditanam sebagai tanaman pagar, tanaman dekoratif, dan juga tumbuh liar di dataran rendah hingga ketinggian 600 meter di atas permukaan laut.

Getah dari tanaman patah tulang yang berbentuk seperti susu mengandung senyawa kimia yang berbahaya. Para peneliti menemukan adanya alkaloid yang bersifat iritan, serta senyawa ingenol yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu peradangan. Zat lain yang terkandung di dalamnya adalah euphorbone, taraksasterol, euphol, dan resin yang dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pada selaput lendir.

Penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki tingkat toksisitas yang tinggi. Dalam uji LD50 terhadap mencit, ekstrak air dari batang patah tulang dosis 100 mg menyebabkan kematian pada semua subjek. Nilai LD50 yang ditemukan adalah 42,062 mg, yang menandakan bahwa tanaman ini sangat beracun.

Risiko Kesehatan

1. Iritasi pada Kulit

Kontak langsung dengan getah dari tanaman patah tulang dapat menyebabkan iritasi pada kulit atau phytodermatitis. Gejala yang muncul dapat bervariasi, mulai dari perih, sensasi terbakar, gatal, hingga rasa sakit. Gejala tersebut bisa muncul segera setelah terpapar atau dalam rentang waktu 2-8 jam kemudian, sehingga sering kali tidak langsung diketahui oleh orang yang terkena.

2. Kerusakan pada Mata

Risiko paling serius adalah apabila getah tersebut mengenai mata. Paparan dapat mengakibatkan rasa sakit yang hebat, sensasi terbakar, produksi air mata berlebihan, dan kepekaan terhadap cahaya. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada mata atau bahkan kebutaan.

3. Masalah Pencernaan

Menelan getah dari tanaman ini, baik secara sengaja maupun tidak, bisa menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan atas. Gejala yang bisa timbul antara lain rasa terbakar di mulut dan tenggorokan, nyeri perut, mual, dan muntah.

Walaupun tanaman ini berbahaya, masih ada kepercayaan kuat di masyarakat mengenai khasiatnya. Menurut catatan Kloppenburgh Versteegh, seorang ahli pengobatan tradisional asal Belanda, kulit batang dan getah tanaman ini digunakan untuk mengobati patah tulang dengan cara dioleskan pada kulit.

Selain itu, berbagai penyakit lain yang juga diyakini dapat disembuhkan dengan tanaman ini meliputi rematik, sakit gigi, kutil, tahi lalat, wasir, penyakit kulit seperti kusta, serta nyeri saraf.

Namun, para ahli medis saat ini memperingatkan bahwa keuntungan yang diklaim secara tradisional belum terbukti secara ilmiah dan risikonya jauh lebih tinggi daripada kemungkinan manfaatnya. Penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa getah dari tanaman patah tulang dapat menyebabkan penebalan epidermis (hiperplasi kulit) dan kemerahan (eritem).

Apabila Anda atau seseorang di sekitar Anda terkena getah dari tanaman patah tulang, segera lakukan langkah-langkah berikut:

Untuk kulit: Cuci bagian yang terkena dengan air mengalir dan sabun selama beberapa menit. Jika muncul iritasi, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan antihistamin atau obat penghilang rasa sakit.

Untuk mata: Segera bilas mata dengan air saline atau air mengalir setidaknya selama 30 menit. Jika memakai lensa kontak, segera lepas. Segera periksakan mata ke dokter, terutama jika merasa nyeri yang parah atau mengalami masalah penglihatan.

Jika tertelan: Minumlah cairan dingin seperti air es untuk mengurangi iritasi. JANGAN memaksakan diri untuk muntah karena ini dapat memperburuk iritasi di tenggorokan. Segera minta bantuan medis.

Tanaman patah tulang merupakan contoh yang jelas tentang bagaimana keindahan dan mitos pengobatan tradisional dapat menyembunyikan risiko yang sangat berbahaya. Badan POM telah melarang penggunaan tanaman ini sebagai obat herbal. Masyarakat diingatkan untuk tidak menggunakannya sebagai pengobatan alternatif dan berhati-hati jika ingin menanamnya sebagai tanaman hias. Jika Anda memerlukan pengobatan untuk berbagai masalah kesehatan, selalu berkonsultasilah dengan tenaga medis yang telah terpercaya.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.