KLIKINFOBERITA.COM,- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad, yang akrab dipanggil Haji Isam, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Minggu siang, 9 Agustus 2026. Pertemuan kedua pejabat membahas upaya percepatan investasi di sektor pertambangan, hilirisasi, agribisnis, energi, dan logistik untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam pertemuan, Seskab menegaskan komitmen pemerintah menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif. “Pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha agar hilirisasi berjalan lebih cepat, nilai tambah diproduksi di dalam negeri, dan lapangan kerja terbuka lebih luas,” ujar Teddy Indra Wijaya.
Teddy menambahkan bahwa interaksi intens dengan pelaku usaha penting untuk menyelaraskan kebijakan fiskal, perizinan, dan infrastruktur pendukung. “Kebijakan yang pro-investor harus dibarengi pengawasan yang ketat agar manfaatnya merata bagi daerah penghasil dan masyarakat lokal,” kata Teddy.
Haji Isam, yang memiliki pengalaman bisnis di sektor pertambangan, energi, dan agribisnis, menyambut baik langkah pemerintah. Ia menyoroti potensi hilirisasi mineral dan pengembangan rantai nilai di sektor pertanian yang dapat meningkatkan ekspor dan menciptakan lapangan kerja. “Indonesia memiliki komoditas strategis; dengan hilirisasi dan infrastruktur logistik yang tepat, kita bisa menangkap nilai jauh lebih besar dan mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah,” ujar Andi Syamsuddin Arsyad.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga membahas kebutuhan investasi pada infrastruktur energi terbarukan dan sistem logistik yang efisien untuk menurunkan biaya produksi. Haji Isam menyatakan kesiapan sektor swasta berinvestasi apabila kepastian regulasi dan insentif yang jelas tersedia. “Swasta siap masuk, namun kepastian kebijakan, akses lahan, dan transportasi harus diperjelas,” katanya.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaring masukan dari pelaku usaha untuk menyusun kebijakan yang mendorong hilirisasi, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, serta penguatan rantai pasok nasional. Sekretariat Kabinet menyebut pertemuan akan diikuti koordinasi lintas kementerian untuk merumuskan langkah konkret yang mendukung realisasi investasi tersebut.







