Warisan Pak Mori: Kain Besurek Mengikat Identitas Bengkulu

oleh -53 Dilihat
oleh
Di kediaman almarhum Pak Mori, seniman Besurek, tokoh budaya dan pelaku daerah bersatu menjaga motif, tradisi, dan masa depan Kain Besurek bagi generasi muda Bengkulu.-Foto:s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Upaya pelestarian Kain Besurek mendapat dorongan kuat lewat acara kebudayaan yang digelar di kediaman almarhum maestro Kain Besurek, Drs. Alcala Zamora alias Pak Mori, di Kota Bengkulu, akhir pekan lalu. Acara resmi dibuka oleh Senator DPD RI asal Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, Iskandar Mulia Siregar, S.Si., M.A.P.

Hadir pula perwakilan keluarga ahli waris maestro, pejabat Pemerintah Kota Bengkulu, dan pelaku seni budaya lokal. Asisten III Setda Kota Bengkulu, Tony Elfian, yang mewakili Wali Kota, menegaskan kegiatan ini lebih dari sekadar pelatihan membatik; ini adalah gerakan kultural untuk merawat ingatan dan identitas masyarakat Bengkulu.

“Kain Besurek bukan hanya kain; ia membawa identitas dan memori kolektif masyarakat Bengkulu. Kegiatan ini merawat jati diri itu,” kata Tony dalam sambutannya. Ia mengenang almarhum Pak Mori sebagai sosok hangat yang mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan motif dan teknik menulis pada kain tersebut.

Tony menjelaskan pemilihan lokasi acara di rumah almarhum mengandung nilai filosofis dan simbolik untuk kelestarian warisan budaya. Pemerintah Kota, menurutnya, berkomitmen mempopulerkan Kain Besurek dalam agenda resmi, sekaligus mendorong inovasi motif yang tetap berakar pada karakter lokal. Contoh terbaru, motif “Batik Besurek Gempala” yang menggabungkan unsur pohon kelapa untuk merepresentasikan identitas pesisir Bengkulu.

Pemerintah juga mendorong perajin lokal masuk ke ranah ekonomi kreatif: meningkatkan kualitas produk, inovasi desain, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan branding untuk memperluas pasar, termasuk internasional.

Menanggapi persetujuan keluarga ahli waris, Ir. Nizar menyatakan rumah mendiang kini dapat difungsikan untuk kegiatan publik. Pemkot menyambut baik dan mengajak ahli waris yang berdomisili di Yogyakarta untuk membantu promosi serta membuka outlet Kain Besurek di luar daerah.

Tony menutup sambutan dengan seruan agar generasi muda mewarisi pengetahuan dan kecintaan terhadap Besurek, mengingat belum adanya pengganti resmi bagi posisi maestro. “Jangan biarkan Besurek hanya jadi artefak museum; kita butuh ‘Pak Mori-pak Mori’ baru dari generasi sekarang,” ujarnya.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.