KLIKINFOBERITA.COM,-Suasana penuh keakraban dan gelak tawa mewarnai pertemuan rutin bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kaur yang digelar di Gedung Serbaguna Kabupaten Kaur, Jumat (26/6/2026). Mengusung tema “Perempuan Berdaya, Berkarya, dan Menginspirasi”, kegiatan tersebut dikemas secara berbeda melalui Adu Pantun Kaur, sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota.
Acara yang berlangsung meriah itu dihadiri oleh Ketua DWP Kabupaten Kaur Ny. Yessi Efrida Nasrur, jajaran pengurus DWP kabupaten, pengurus DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pengurus DWP tingkat kecamatan.
Dalam sambutannya, Ny. Yessi Efrida Nasrur mengungkapkan bahwa pertemuan rutin bulanan kali ini sengaja dirancang berbeda, tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk berkarya, mengembangkan kreativitas, serta melestarikan budaya daerah.
Menurutnya, pantun merupakan salah satu warisan budaya yang sarat nilai kehidupan. Di balik setiap baitnya terkandung nasihat, pesan moral, nilai kesopanan, hingga kearifan lokal yang disampaikan dengan bahasa santun dan penuh makna.
“Saya mengajak seluruh anggota DWP untuk berbangga karena kita telah berhasil menghasilkan ratusan pantun yang mengangkat kearifan lokal dan budaya Kabupaten Kaur. Pantun bukan sekadar rangkaian kata-kata indah, tetapi mengandung pesan moral, nasihat, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Ny. Yessi.
Ia menambahkan, pantun juga telah mendapat pengakuan dunia. UNESCO secara resmi menetapkan pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) pada 17 Desember 2020. Pengakuan tersebut diberikan karena pantun dinilai memiliki peran penting sebagai instrumen komunikasi sosial, media penyampaian bimbingan moral, serta simbol keseimbangan dan keharmonisan hidup masyarakat.
“Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan dan mengembangkan budaya pantun. Pantun bukan sekadar warisan leluhur, tetapi juga merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam pelestarian budaya, DWP Kabupaten Kaur berencana membukukan sekitar 500 pantun hasil karya anggota DWP dari seluruh OPD maupun kecamatan. Penyusunan buku tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kaur, agar karya-karya tersebut terdokumentasi dengan baik.
“Kami akan mengupayakan sekitar 500 pantun hasil karya anggota DWP ini dapat diterbitkan dalam bentuk buku. Harapannya, buku tersebut menjadi dokumentasi budaya sekaligus bahan literasi bagi masyarakat dan generasi muda,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Ny. Yessi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota DWP Kabupaten Kaur, baik di tingkat kabupaten, OPD, maupun kecamatan, yang telah berkontribusi menyukseskan berbagai program organisasi.
Ia menyebut sejumlah kegiatan yang telah terlaksana dengan baik, di antaranya peringatan Hari Kartini melalui fashion show, lomba kreasi tumpeng, hingga berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan yang mendapat dukungan penuh dari seluruh anggota.
“Keberhasilan setiap kegiatan bukan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama yang baik seluruh keluarga besar DWP Kabupaten Kaur. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota yang selalu memberikan dukungan dalam setiap kegiatan,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Ketua DWP Kabupaten Kaur berharap budaya berpantun semakin dikenal dan dicintai masyarakat, sekaligus menjadi media untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kreativitas perempuan, serta memperkuat peran perempuan sebagai sosok yang berdaya, berkarya, dan mampu menginspirasi dalam kehidupan bermasyarakat.







