PUPR Bengkulu Tengah Dorong Pembangunan Infrastruktur: Sembilan Proyek Seharga Rp9 Miliar Siap Dijalankan

oleh -14 Dilihat
oleh
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Tengah, Febrian Fatahillah, ST, MT : PUPR Bengkulu Tengah dorong percepatan infrastruktur. Sembilan proyek senilai Rp9 miliar siap dikerjakan, prioritaskan perbaikan jalan dan rehabilitasi jembatan untuk konektivitas.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Tengah bersiap mempercepat pembangunan infrastruktur pada tahun 2026. Langkah ini ditandai dengan kesiapan untuk melaksanakan sembilan paket proyek fisik yang berfokus pada pemeliharaan jalan dan rehabilitasi jembatan penting. Hal ini dipastikan setelah proses lelang pengadaan barang dan jasa selesai, yang memfasilitasi kontraktor untuk segera mulai pergerakan alat berat dan tenaga kerja di lokasi.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Tengah, Febrian Fatahillah, ST, MT, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Erfa Ovetri, ST, menggarisbawahi bahwa komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas wilayah merupakan prioritas utama. Total anggaran yang dianggarkan untuk sembilan paket ini mencapai sekitar Rp9 miliar. Ini adalah upaya optimalisasi keuangan daerah meski di tengah tantangan fiskal.

“Tahun ini terdapat 9 paket pekerjaan, termasuk 8 paket untuk jalan dan 1 paket untuk jembatan. Lelang untuk paket jalan telah rampung dan pekerjaan akan segera dimulai,” ungkap Erfa Ovetri saat dihubungi, Rabu.

Delapan paket proyek peningkatan jalan yang segera dikerjakan tersebar di beberapa kecamatan strategis. Rinciannya meliputi peningkatan Jalan Karang Tinggi–Taba Lagan senilai Rp1,9 miliar, dan Jalan Sri Kuncoro–Talang Pauh senilai Rp1,8 miliar. Selain itu, terdapat proyek Jalan Tanjung Terdana–Harapan Makmur senilai Rp1,6 miliar, Jalan Pondok Kubang menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seharga Rp858 juta, Jalan Pusat Perkantoran–Renah Lebar Rp545 juta, serta Jalan Bukit–Padang Ulak Tanjung sebesar Rp684 juta. Terdapat juga satu paket rehabilitasi jalan senilai Rp858 juta dan satu paket untuk rehabilitasi jembatan.

Erfa mengakui bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengakibatkan penanganan infrastruktur belum bisa menjangkau semua ruas jalan yang rusak secara bersamaan. Oleh karena itu, pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan ruas yang paling memiliki dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Meski anggaran terbatas, pembangunan infrastruktur tetap berlangsung. Namun, kami melaksanakannya secara bertahap dan berharap masyarakat dapat memahami hal ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkab Bengkulu Tengah juga tidak hanya bergantung pada APBD. Usaha-upaya lobi terus dilakukan ke pemerintah pusat untuk memperoleh tambahan dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berbagai proposal teknis telah disampaikan kepada balai teknis, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga ke Komisi terkait di DPR RI. Fokus utama adalah memastikan Kabupaten Bengkulu Tengah mendapatkan dukungan dari Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

“Kami terus memperjuangkan agar Kabupaten Bengkulu Tengah bisa menerima bantuan dari program IJD. Pembangunan jalan dan jembatan sudah kami laporkan dan akan terus kami kawal,” tutupnya. Dengan berbagai sumber pendanaan ini, diharapkan percepatan pembangunan infrastruktur yang merata di Bengkulu Tengah dapat terwujud dengan berkelanjutan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.