KLIKINFOBERITA.COM,– Puncak rangkaian Temu Ilmiah Regional (TEMILREG) FoSSEI Sumbagsel 2026 berlangsung khidmat dalam ajang Gala Dinner dan Awarding Night di Balai Kota Merah Putih, Kota Bengkulu, Jumat malam (3/7/2026). Acara ini sekaligus menjadi penanda resmi berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan yang telah berjalan sejak 1 Juli lalu.
Sebagai tuan rumah, KSEI Sharia Economics Student Community (SEM-C) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu sukses menggelar pertemuan ilmiah yang mempertemukan puluhan kader ekonomi Islam dari berbagai kampus terkemuka di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Kehadiran peserta dari Universitas Bengkulu, UIN Raden Intan Lampung, UIN Raden Fatah Palembang, hingga UINFAS Bengkulu menjadikan ajang ini sebagai ruang strategis penguatan kapasitas intelektual dan ukhuwah antarmahasiswa.
Mengusung tema besar “Optimizing the Role of the Halal Industry and Digital Transformation to Realize Sustainable Economic Independence of the Ummah”, TEMILREG 2026 tidak hanya menjadi ajang diskusi ilmiah, tetapi juga laboratorium gagasan bagi pengembangan industri halal dan pemanfaatan teknologi digital untuk kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan.
Acara penutupan turut dihadiri oleh Asisten II Pemerintah Kota Bengkulu, Drs. H. Sehmi Al-Nur, M.Pd., yang dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas dipilihnya Kota Bengkulu sebagai tuan rumah. Ia juga menyampaikan harapan besar agar semangat kolaborasi yang terjalin dapat terus dirawat dan diterjemahkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
“Kami sangat mendukung inisiatif mahasiswa dalam mendorong ekonomi syariah dan inovasi digital. Ini sejalan dengan visi Kota Bengkulu sebagai kota yang terbuka bagi pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, ia juga secara resmi menutup seluruh rangkaian TEMILREG 2026.
Sementara itu, Wakil Dekan III FEBI UINFAS Bengkulu, Dr. Desi Isnaini, M.A., serta Sekretaris FoSSEI Nasional juga turut hadir memberikan dukungan moril bagi para peserta.
Ketua Umum KSEI SEM-C UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Della Puja Firanti, menegaskan bahwa malam penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol eratnya tali silaturahmi dan semangat kolektif dalam membangun ekosistem ekonomi Islam.
“Kami berharap TEMILREG tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi ruang lahirnya kolaborasi dan inovasi nyata. Ke depan, kami ingin melihat para kader FoSSEI tidak hanya cakap secara teoritis, tapi juga mampu menjadi pelaku perubahan dalam ekonomi syariah di Sumbagsel,” ucapnya.
Dengan resmi ditutupnya TEMILREG FoSSEI Sumbagsel 2026, para peserta pulang membawa tidak hanya kenangan, tetapi juga komitmen dan gagasan segar untuk memperkuat industri halal, transformasi digital, dan kemandirian ekonomi umat dari Bumi Rafflesia untuk Indonesia.







