KLIKINFOBERITA.COM,- Manajemen PT BRI, raksasa perkebunan sawit di Bengkulu Tengah, kirim surat darurat ke DPRD setempat. Isinya? Permohonan hearing mendesak soal nasib ratusan karyawan yang terancam PHK massal akibat rencana pendirian Komando Daerah Militer (Kodam) Bengkulu di lahan eks HGU perusahaan.
Surat bertanggal 13 Desember 2025 itu jadi sinyal alarm. Lahan 100 hektare di Kecamatan Talang Empat sudah diserahkan ke Bank Tanah negara lewat reforma agraria. Lokasi super strategis: langsung berbatas Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, dan dekat Bandara Fatmawati Soekarno.
Ketua Komisi II DPRD Bengkulu Tengah, Jon Karnedi SSos, konfirmasi ke klikinfoberita.com . “Kami terima surat PT BRI. Segera kami tindak lanjuti dengan hearing bersama manajemen dan perwakilan pekerja,” tegasnya.
Rencana Kodam digeber Pemda Benteng, Pemprov Bengkulu, dan Korem 041/Gamas. Hasil rapat dengan tim gugus tugas reforma agraria provinsi sudah rekomendasi ke Bank Tanah. Proyek ini bisa jadi game changer: tingkatkan pertahanan nasional dan dorong infrastruktur regional.
Tapi, bagi PT BRI, ini ancaman nyata. Perkebunan sawit jadi andalan ratusan keluarga lokal. PHK massal dikhawatirkan picu ketidakstabilan sosial-ekonomi di kawasan yang bergantung sawit.
klikinfoberita.com pantau: Pemda Benteng janji cari solusi win-win. Pertemuan krusial dijadwalkan minggu depan. Kodam Bengkulu prioritas TNI tak boleh lahir di atas air mata pekerja.











