KLIKINFOBERITA.COM,- Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE. , M. AP, menarik perhatian sebagai pembicara utama dalam acara diskusi internasional bertema “Transformasi Strategi Komunikasi Publik untuk Pembangunan Daerah Inklusif dan Berkelanjutan. ” Acara bergengsi ini berlangsung di Ruang Pertemuan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu, pada hari Sabtu (25/4/2026).
Dalam presentasinya yang mendalam, Bupati Arie menjelaskan perkembangan dalam komunikasi publik pemerintah. Saat ini, hal itu bukan hanya tentang penyampaian informasi, tetapi juga sebagai cara layanan yang responsif bagi seluruh komponen masyarakat. “Keberhasilan di zaman digital tidak lagi diukur dari jumlah banner atau spanduk, melainkan dari seberapa kecil perlawanan masyarakat terhadap program kita dan seberapa besar rasa kepemilikan mereka terhadap pembangunan,” ujarnya dengan tegas.
Inti dari pembahasannya adalah memberikan layanan terbaik, bukan hanya mencari ketenaran. “Apabila pesan dan kinerja kami menjadi viral serta diapresiasi, itu merupakan bonus sosial,” tambah Bupati Arie dengan penuh keyakinan.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mengimplementasikan strategi terintegrasi yang melibatkan tiga pilar utama:
Membangun Kesadaran (Awareness)
Maksimalkan penggunaan TikTok dan Instagram melalui konten visual yang interaktif, edukatif, serta mengikuti tren. Pendekatan ini membuat informasi pembangunan lebih dekat dan mudah dipahami oleh generasi muda.
Membangun Kepercayaan (Trust Building)
Menekankan pentingnya pertemuan langsung di desa. Interaksi tatap muka—dari komunikasi langsung hingga dialog terbuka—merupakan dasar kepercayaan yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
Memastikan Validasi Informasi
WhatsApp digunakan sebagai saluran utama di tingkat desa, RT, dan RW. Platform ini memberikan cara yang bersifat pribadi, cepat, dan dapat diakses secara luas, sehingga mempermudah verifikasi dan penyebaran informasi tanpa kendala.
Strategi ini telah terbukti efektif di lapangan, contohnya:
Verifikasi kerusakan jalan melalui foto/video di media sosial, yang langsung ditangani oleh SKPD dalam waktu beberapa jam.
Pelaporan bencana alam secara real-time melalui Facebook dan Instagram, dengan penanganan darurat dalam waktu maksimal 24 jam.
Pemantauan bantuan sosial, distribusi kursi roda, hingga layanan UHC yang mendapatkan masukan langsung dari masyarakat.
Pada akhirnya, Bupati Arie menekankan pentingnya umpan balik yang responsif dan mendukung jurnalisme warga. “Masyarakat diajak untuk mendokumentasikan kemajuan di lingkungan mereka sebagai bukti nyata terhadap keberhasilan pembangunan. ”
Forum ini dihadiri oleh sejumlah praktisi, akademisi, dan mahasiswa internasional yang memberikan tepuk tangan meriah. Inovasi dari Bengkulu Utara yang memadukan teknologi digital dengan kearifan lokal diakui sebagai model contoh untuk pembangunan inklusif, merata, dan berkelanjutan.







