KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, termasuk tuntutan mahasiswa Universitas Trisakti terkait jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi warga terdampak bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara perwakilan pemerintah dan mahasiswa Universitas Trisakti di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kamis (5/11/2026). Pertemuan itu menjadi ruang dialog bagi mahasiswa untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Binbin Firman Tresnadi, mengatakan pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan dan aspirasi masyarakat. Menurutnya, suara mahasiswa merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Binbin menjelaskan, aspirasi yang disampaikan mahasiswa Universitas Trisakti telah diterima dan disampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara untuk selanjutnya diteruskan kepada Presiden.
“Aspirasi yang disampaikan teman-teman mahasiswa Universitas Trisakti menjadi perhatian pemerintah. Seluruh masukan tersebut telah kami sampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara dan selanjutnya diteruskan kepada Presiden,” ujar Binbin.
Ia menegaskan, pemerintah memandang dialog terbuka sebagai salah satu cara untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, setiap aspirasi yang masuk perlu dicermati dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.
Salah satu isu yang menjadi perhatian mahasiswa adalah dampak kesehatan akibat karhutla. Mahasiswa meminta adanya kejelasan mengenai kebijakan yang menjamin masyarakat terdampak bencana memperoleh akses pengobatan secara gratis, tanpa terkendala kemampuan ekonomi.
Menanggapi hal tersebut, Binbin menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan sejumlah bentuk pelayanan bagi masyarakat yang terdampak asap karhutla. Upaya tersebut meliputi layanan pengobatan gratis, pembagian masker, hingga penyediaan fasilitas oksigen bagi warga yang membutuhkan.
Menurut Binbin, penanganan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan upaya pemadaman kebakaran, tetapi juga menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, pelayanan medis dan kebutuhan dasar warga terdampak harus menjadi bagian penting dari penanganan bencana.
“Pemerintah memberikan perhatian terhadap dampak kesehatan yang dialami masyarakat akibat karhutla. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pelayanan pengobatan gratis, pembagian masker, hingga penyediaan fasilitas oksigen bagi masyarakat terdampak,” jelasnya.
Selain persoalan kesehatan, mahasiswa Universitas Trisakti juga menyampaikan sejumlah aspirasi mengenai evaluasi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) serta pentingnya percepatan pemulihan di berbagai sektor.
Aspirasi tersebut mencerminkan harapan mahasiswa agar pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan keadaan darurat, tetapi juga memastikan proses evaluasi dan pemulihan berjalan secara berkelanjutan.
Binbin menegaskan, pemerintah menghargai setiap masukan yang disampaikan masyarakat, termasuk kritik dan pandangan dari kalangan mahasiswa. Menurutnya, komunikasi yang terbuka diperlukan agar kebijakan pemerintah dapat terus dievaluasi dan semakin responsif terhadap kebutuhan publik.
Ia juga menekankan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda menerima aspirasi, melainkan bagian dari upaya menjaga komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui dialog tersebut, pemerintah berharap berbagai masukan dari mahasiswa dapat menjadi bahan perhatian dalam proses perumusan maupun pelaksanaan kebijakan.
Kemensetneg menegaskan bahwa ruang komunikasi dengan masyarakat, termasuk mahasiswa, tetap terbuka. Pemerintah juga mendorong agar penyampaian aspirasi berlangsung secara konstruktif sehingga berbagai persoalan publik dapat dibahas dan dicarikan solusi secara bersama.(s.man)









