Pemerintah Bengkulu Tengah Terima LHP BPK: Komitmen Kuat Lawan TBC

oleh -24 Dilihat
oleh
Bupati Rachmat Riyanto terima LHP BPK soal penuntasan TBC di Bengkulu Tengah. Komitmen kuat lahir hari ini: data mutakhir, program optimal, Bengkulu sehat 2030! Bersama DPRD, wujudkan mimpi bebas TBC.-foto : Dedi/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,-Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menerima secara resmi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bengkulu. Laporan ini menyoroti efektivitas upaya penuntasan Tuberkulosis (TBC) dari tahun 2024 hingga triwulan III 2025. Penyerahan dilakukan di Kantor BPK RI Perwakilan Bengkulu, Senin (19/1/2026), sebagai langkah krusial dalam memperkuat program kesehatan masyarakat.

LHP diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK RI Bengkulu, Arif Agus, S.E., M.M., Ak., CPA, kepada Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP. Acara ini dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, Fepi Suheri, S.AP., serta sejumlah kepala OPD terkait. Penyerahan ini menandai komitmen bersama untuk mengatasi TBC, penyakit yang masih menjadi ancaman serius di Indonesia.

menekankan temuan utama pemeriksaan. “Upaya penuntasan TBC di Bengkulu Tengah masih perlu pemutakhiran data dan optimalisasi program. Beberapa aspek pelaksanaan belum maksimal, terutama dalam pengumpulan data pasien,” katanya.

Ia berharap rekomendasi LHP segera ditindaklanjuti agar target nasional penuntasan TBC pada 2030 tercapai. TBC sendiri telah menewaskan jutaan orang setiap tahun secara global, membuat urgensi ini semakin mendesak.

Bupati Rachmat Riyanto langsung merespons dengan tekad bulat. “Kami sadar ada kendala, khususnya pengumpulan data masyarakat terdampak TBC. Insyaallah, semua rekomendasi BPK akan kami tindaklanjuti segera. Bersama Ketua DPRD dan Dinas Kesehatan, kami akan evaluasi tim pemberantasan TBC untuk lebih efektif,” tegasnya.

Langkah ini mencakup pembaruan database, pelatihan kader kesehatan, dan kolaborasi dengan puskesmas di 13 kecamatan.

Ketua DPRD Fepi Suheri turut menyuarakan dukungan penuh. “Kami apresiasi komitmen Bupati dan jajaran. DPRD akan intensifkan pengawasan agar program ini beri dampak nyata bagi warga,” ujarnya. Ia menambahkan, penganggaran kesehatan tahun 2026 akan diprioritaskan untuk alat deteksi dini dan obat TBC gratis.

Penerimaan LHP ini jadi momentum emas bagi Bengkulu Tengah. Pemerintah daerah berkomitmen perbaiki tata kelola, tingkatkan koordinasi lintas sektor, dan optimalkan layanan kesehatan. Dengan demikian, mimpi Bengkulu Tengah bebas TBC dan sejahtera bisa terwujud lebih cepat. Upaya ini selaras dengan program nasional Kementerian Kesehatan, yang menargetkan penurunan kasus TBC hingga 90 persen.

Hingga triwulan III 2025, Bengkulu Tengah telah tangani ribuan kasus TBC dengan tingkat kesembuhan 85 persen. Namun, tantangan seperti akses di daerah terpencil masih ada. Melalui rekomendasi BPK, diharapkan coverage pengobatan capai 100 persen. Masyarakat pun diajak aktif: segera periksa gejala seperti batuk kronis, demam, dan penurunan berat badan.

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.