Panduan Lengkap Beternak Burung Merpati: Cara Cepat Membesarkan dan Menjaga Kesehatannya

oleh -221 Dilihat
oleh
Merpati sehat tumbuh optimal berkat kandang bersih, pakan bergizi, dan perawatan tepat. Beternak merpati kini jadi peluang menguntungkan dan hobi seru. Simak rahasia sukses budidaya merpati agar cepat besar dan tahan penyakit.-poto : Istimewa/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM, – Burung merpati bukan hanya simbol perdamaian, tapi juga menjadi salah satu pilihan favorit bagi para peternak dan pecinta burung di Indonesia. Beternak merpati bisa menjadi kegiatan yang menguntungkan sekaligus menyenangkan, baik untuk konsumsi daging, hobi, atau bahkan perlombaan. Agar merpati cepat besar, sehat, dan produktif, ada beberapa langkah penting yang harus diperhatikan. Berikut panduan lengkap cara memelihara dan beternak burung merpati secara efektif.

1. Persiapan Kandang yang Ideal

Kandang merupakan faktor utama kesuksesan ternak merpati. Pastikan kandang cukup luas dan memiliki sirkulasi udara yang baik serta mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup. Kandang model baterai atau kotak bisa menjadi pilihan agar peternak mudah mengelola dan membersihkannya. Pilih lokasi kandang menghadap ke arah timur untuk memaksimalkan sinar matahari pagi yang baik untuk metabolisme dan kesehatan burung. Rutin membersihkan kotoran dan menjaga sanitasi kandang adalah kunci mencegah penyakit dan menjaga kesehatan merpati.

2. Pemilihan Indukan Berkualitas

Kualitas indukan sangat menentukan hasil ternak. Pilihlah indukan jantan dan betina yang sehat, bebas cacat, dengan bulu mengkilap dan mata cerah. Idealnya, indukan berusia minimal 7 bulan agar siap berkembang biak dengan optimal. Indukan yang baik akan menghasilkan anak merpati yang sehat dan memiliki kualitas unggul.

3. Pemberian Pakan Bergizi dan Seimbang

Nutrisi adalah pondasi utama pertumbuhan merpati. Berikan pakan yang kaya gizi seperti pelet khusus burung merpati, biji-bijian (jagung, kacang tanah, padi), serta tambahan sayuran dan buah segar. Selain itu, sediakan grit yang terdiri dari campuran bata merah, arang, dan grit putih untuk membantu proses pencernaan. Sesuaikan porsi pakan dengan usia merpati, misalnya untuk merpati dewasa cukup diberikan 40-50 gram per hari agar kebutuhan nutrisinya tercukupi.

4. Proses Budidaya dan Perawatan Anak Merpati

Pasangkan indukan jantan dan betina dalam satu kandang yang nyaman dan aman agar mereka merasa tenang saat melakukan perkawinan. Setelah telur dibuahi, indukan akan mengerami selama 18-22 hari hingga menetas. Anak merpati yang baru menetas memerlukan perhatian khusus, mulai dari menjaga kehangatan hingga pemberian pakan yang sesuai hingga mereka bisa makan sendiri dan belajar terbang.

5. Tujuan Beternak Merpati: Daging, Hobi, atau Lomba

Tujuan beternak merpati beragam. Jika untuk konsumsi, merpati muda bisa dipanen setelah sekitar 30 hari dengan kualitas daging yang empuk dan lezat. Untuk hobi dan perlombaan, pilih jenis merpati yang khusus untuk balap atau kontes hias. Merpati hias biasanya dipelihara dalam sistem kandang baterai untuk memaksimalkan pembiakan dan efisiensi ruang.

Beternak burung merpati memerlukan perhatian dan perawatan yang detail mulai dari kandang, indukan, pakan, hingga proses budidaya. Dengan langkah yang tepat, Anda bisa menghasilkan burung merpati yang cepat besar, sehat, dan produktif sesuai tujuan ternak Anda. Selain itu, budidaya merpati juga bisa menjadi peluang bisnis menarik sekaligus hobi yangmenyenangkan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.