KLIKINFOBERITA.COM,-Keresahan menyelimuti 35 wali murid di Sekolah Dasar (SD) Bengkulu Tengah. Anak-anak mereka yang lulus tahun ajaran 2024/2025 dan sudah diterima di SMP kini terkatung-katung tanpa ijazah SD di tangan. Padahal, penutupan proses e-ijazah nasional telah dilakukan per 30 November 2025, sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sudah lewat tiga minggu sejak awal 2026, tapi 35 ijazah itu masih ‘mengambang’. “Anak saya sudah lolos tes SMP, tapi ijazah SD-nya belum keluar. Saya khawatir pendidikannya terhambat total,” keluh Ibu nilawati (40), wali murid dari Kecamatan Taba Penanjung, dengan suara bergetar saat ditemui tim redaksi. Ia bukan satu-satunya. Empat wali murid lain menyuarakan hal serupa: janji sekolah soal ijazah tak kunjung terealisasi.
“Apakah ini kelalaian kepala sekolah atau Dinas? Kami butuh penjelasan resmi sekarang juga,” tambah wali murid anonim yang enggan disebut namanya. Keresahan mereka kian membesar karena anak-anak mulai gelisah. Beberapa siswa bahkan cemas, takut gagal duduk di bangku SMP impian.
Kepala sekolah,SD yang juga enggan disebut identitasnya mengakui ada kendala teknis di sistem e-ijazah nasional. “Kami sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan, tapi verifikasi memakan waktu. Mohon kesabaran dan bertanggung jawab ,” katanya singkat. Pernyataan ini, bagaimanapun, tak cukup meredakan keresahan orang tua yang menuntut solusi segera,yang selalu di janji janji.
PLT Kepala Dinas Pendidikan Bengkulu Tengah, Erriyanto, membenarkan masalah ini via telepon. “Ya, ada 35 murid SD di sini yang belum terima e-ijazah sampai saat ini. Kendalanya belum kami ketahui pasti, tapi sedang kami telusuri,” ujarnya. Dinas berjanji segera berkoordinasi pusat dan cari solusi agar percepatan e-ijazahnya.









