Microsleep dan ODOL Jadi Sorotan, Hutama Karya Perkuat Pengawasan Jalan Tol

oleh -77 Dilihat
oleh
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan pentingnya keselamatan berkendara melalui patroli rutin, edukasi pengemudi, serta pengawasan kendaraan demi menciptakan perjalanan yang aman di jalan tol.- Foto : Aisya/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- PT Hutama Karya (Persero) meningkatkan langkah pencegahan kecelakaan di seluruh ruas jalan tol yang dikelolanya, termasuk Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan patroli, operasi keselamatan, pengawasan kendaraan berdimensi dan bermuatan berlebih (Over Dimension Over Loading atau ODOL), serta peningkatan fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama perusahaan. Menurutnya, upaya menekan risiko kecelakaan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas fasilitas jalan dan kesiapsiagaan petugas hingga pembentukan perilaku berkendara yang disiplin.

“Keselamatan pengguna jalan selalu menjadi prioritas utama kami. Berbagai fasilitas keselamatan dan kesiapsiagaan petugas terus kami tingkatkan, namun kami juga ingin mengingatkan bahwa setiap pengemudi memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dirinya dan pengguna jalan lainnya,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, risiko kecelakaan dapat dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya kondisi fisik pengemudi, tingkat konsentrasi, jarak aman antarkendaraan, kelayakan kendaraan, serta kondisi lingkungan jalan.

Karena itu, Hutama Karya terus menggencarkan edukasi keselamatan berkendara melalui berbagai saluran komunikasi, mulai dari media sosial dan media konvensional hingga media luar ruang di sepanjang jalan tol.

Edukasi tersebut dikemas melalui kampanye SETUJU (Selamat Sampai Tujuan), yang mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai pertimbangan utama sebelum dan selama perjalanan.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kecelakaan akibat kelelahan dan kantuk, Hutama Karya secara rutin melaksanakan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik di sejumlah ruas tol yang dikelolanya.

Kegiatan tersebut mencakup pemeriksaan terhadap pengemudi yang menunjukkan indikasi kelelahan atau mengantuk, pemeriksaan kesehatan sederhana, serta pemberian kopi dan makanan ringan. Pengemudi yang dinilai membutuhkan istirahat diimbau menghentikan perjalanan sementara sebelum kembali berkendara.

Selain melalui operasi keselamatan, perusahaan mengandalkan patroli rutin untuk memantau situasi lalu lintas, mendeteksi potensi bahaya, dan mempercepat penanganan kondisi yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Dari aspek infrastruktur, evaluasi dan pemeliharaan fasilitas keselamatan juga terus dilakukan. Sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian meliputi rambu peringatan, rumble strip, lampu peringatan, dan marka reflektif, khususnya pada titik-titik yang memerlukan kewaspadaan lebih tinggi.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membantu pengemudi mengantisipasi kondisi jalan, meningkatkan konsentrasi, dan mengurangi risiko kecelakaan, terutama saat malam hari atau ketika jarak pandang terbatas.

Selain mengantisipasi faktor kelelahan pengemudi, Hutama Karya memperkuat pengawasan terhadap kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih melalui operasi bersama pemangku kepentingan terkait.

Kendaraan ODOL berpotensi menimbulkan risiko keselamatan karena kelebihan dimensi dan muatan dapat memengaruhi kestabilan, kemampuan pengereman, serta pengendalian kendaraan. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan pengemudi, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

Melalui pengawasan dan sosialisasi berkelanjutan, Hutama Karya mendorong pengemudi serta pelaku usaha angkutan barang untuk mematuhi ketentuan dimensi dan muatan kendaraan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari kampanye keselamatan SETUJU yang memuat lima pesan utama bagi pengguna jalan, yakni mengutamakan keselamatan, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, tidak berkendara dengan kecepatan berlebihan, beristirahat ketika lelah atau mengantuk, serta mendukung Zero ODOL di jalan tol.

Kelima pesan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih memperhatikan kesiapan diri, kondisi kendaraan, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebelum memulai perjalanan.

Pengemudi Diingatkan Patuhi Batas Kecepatan dan Gunakan Lajur dengan Benar

Hutama Karya juga mengingatkan pengguna jalan untuk menjaga jarak aman antarkendaraan, mengenakan sabuk pengaman, mematuhi batas kecepatan, serta menggunakan lajur sesuai ketentuan.

Pengemudi diminta menghindari lane hogging, yakni kebiasaan menggunakan lajur kanan secara terus-menerus tanpa keperluan mendahului kendaraan lain. Perilaku tersebut dapat menghambat arus lalu lintas dan memicu manuver yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Selain itu, bahu jalan harus digunakan sesuai peruntukannya, yakni untuk kondisi darurat. Pengguna jalan yang ingin beristirahat tidak disarankan berhenti di bahu jalan karena berisiko tertabrak kendaraan lain yang melintas.

Sebagai alternatif, pengemudi diimbau memanfaatkan tempat istirahat yang tersedia agar dapat memulihkan kondisi fisik sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Iwan menekankan bahwa kedisiplinan pengemudi merupakan bagian penting dari upaya pencegahan kecelakaan. Menurutnya, kesiapan fisik dan kondisi kendaraan harus menjadi perhatian sebelum perjalanan dimulai.

“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk benar-benar menerapkan pesan SETUJU dalam setiap perjalanan. Jangan memaksakan diri ketika lelah atau mengantuk, pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, patuhi batas kecepatan, hindari kendaraan ODOL, dan gunakan lajur sesuai peruntukannya,” kata Iwan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan hanya demi mengejar waktu perjalanan. Ketika tubuh mulai lelah atau konsentrasi menurun, pengemudi sebaiknya segera mencari tempat istirahat yang aman.

“Apabila membutuhkan istirahat, manfaatkan tempat istirahat yang tersedia dan jangan berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iwan menegaskan bahwa menciptakan perjalanan yang aman membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik pengelola jalan tol, petugas operasional, pengemudi, maupun pelaku usaha angkutan barang.

“Kami percaya bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, karena tujuan terpenting dari setiap perjalanan adalah dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat,” tutupnya.

Melalui peningkatan patroli, operasi keselamatan, pengawasan kendaraan ODOL, serta edukasi yang berkelanjutan, Hutama Karya berupaya memperkuat perlindungan bagi pengguna jalan di seluruh ruas tol yang dikelolanya.

Perusahaan berharap peningkatan fasilitas dan pengawasan tersebut diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan serta mengutamakan keselamatan. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat ditekan dan perjalanan di jalan tol berlangsung lebih aman.(Aisya)

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.