KLIKINFOBERITA.COM,- Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia pada Minggu, 25 Oktober 2026, dalam daftar harga yang dihimpun untuk laporan ini masih berada pada level yang sama dengan penyesuaian sebelumnya. Sementara itu, pasar minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Jumat (23/10), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Minyak mentah Brent sempat menyentuh US$117,38 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mencapai US$103,44 per barel dalam perdagangan Jumat. Kedua harga tersebut merupakan level tertinggi intrahari dalam sekitar lima bulan. Namun, harga penutupan resminya berbeda: Brent berakhir di US$116,72 per barel dan WTI di US$103,27 per barel.
Kenaikan harga minyak dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran pasar setelah serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi serta ancaman terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak mentah dunia.
Di dalam negeri, tingginya harga minyak global menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati karena dapat memengaruhi biaya pengadaan energi. Meski demikian, pergerakan harga minyak mentah dunia tidak otomatis membuat harga BBM di SPBU berubah pada hari yang sama.
Lantas, berapa harga BBM Pertamina, BP, Shell, dan Vivo hari ini? Berikut daftar harga per liter berdasarkan data yang dihimpun dalam laporan ini.
Harga BBM Pertamina Hari Ini, Minggu 25 Oktober 2026
Berdasarkan daftar harga yang digunakan dalam laporan ini, BBM Pertamina di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya masih berada pada level yang sama dengan penyesuaian sebelumnya.
Harga BBM dapat berbeda antarwilayah karena dipengaruhi oleh kebijakan harga, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, serta ketentuan distribusi yang berlaku di masing-masing daerah.
Berikut daftar harga BBM Pertamina per liter untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya berdasarkan data yang dihimpun.
Jenis BBM| Harga per liter
Biosolar| Rp6.800
Pertalite| Rp10.000
Pertamax| Rp15.950
Pertamax Green 95| Rp19.150
Pertamax Turbo| Rp19.600
Dexlite| Rp23.700
Pertamina Dex| Rp25.200
Catatan: Harga di atas mengikuti data yang diberikan untuk penyusunan naskah ini. Status harga, tanggal efektif, dan wilayah berlakunya perlu dikonfirmasi melalui pengumuman resmi Pertamina sebelum berita diterbitkan.
Pertalite dan Biosolar merupakan BBM yang mendapatkan dukungan subsidi atau kompensasi pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex termasuk produk nonsubsidi.
Harga BBM nonsubsidi dapat mengalami penyesuaian sesuai perkembangan harga minyak, nilai tukar rupiah, biaya pengadaan, dan kebijakan perusahaan.
Karena itu, konsumen perlu membedakan antara harga minyak mentah dunia dan harga jual BBM di SPBU. Kenaikan harga minyak internasional tidak serta-merta diikuti perubahan harga eceran domestik pada hari yang sama.
Selain Pertamina, sejumlah operator swasta juga menyediakan BBM untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Berdasarkan data yang dihimpun dalam laporan ini, harga sejumlah produk BP dan Vivo berada pada level yang berdekatan, sementara produk diesel yang dicantumkan memiliki harga serupa.
Berikut daftar harga BBM operator swasta per liter berdasarkan data yang tersedia.
Operator| Jenis BBM| Harga per liter
BP| BP 92| Rp16.130
BP| BP Ultimate| Rp19.330
BP| BP Ultimate Diesel| Rp25.420
Shell| Shell V-Power Diesel| Rp25.420
Vivo| Revvo 92| Rp16.130
Vivo| Revvo 95| Rp19.330
Vivo| Primus Plus Diesel| Rp25.420
Catatan: Daftar ini belum merupakan konfirmasi ketersediaan produk di setiap SPBU. Harga dan status penjualan masing-masing produk harus diperiksa kembali melalui kanal resmi operator terkait.
Konsumen juga perlu memperhatikan bahwa ketersediaan produk dapat berbeda antarwilayah dan stasiun pengisian bahan bakar. Oleh sebab itu, harga dalam tabel tidak selalu mencerminkan kondisi di seluruh jaringan SPBU pada saat yang sama.
Pasar minyak dunia mencatat penguatan tajam pada Jumat (23/10/2026). Kenaikan terjadi ketika pelaku pasar menilai kembali risiko gangguan pasokan energi akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Berikut ringkasan harga minyak mentah berdasarkan laporan perdagangan Jumat.
Indikator| Harga per barel| Keterangan
Brent| US$117,38| Harga tertinggi intrahari
Brent| US$116,72| Harga penutupan
WTI| US$103,44| Harga tertinggi intrahari
WTI| US$103,27| Harga penutupan
ICP September 2026| US$112,81| Rata-rata harga minyak mentah Indonesia
Harga Brent sempat mencapai US$117,38 per barel, sedangkan WTI menyentuh US$103,44 per barel. Namun, keduanya kemudian ditutup masing-masing pada US$116,72 dan US$103,27 per barel.
Perbedaan antara harga tertinggi intrahari dan harga penutupan penting diperhatikan agar laporan pasar tidak mencampuradukkan dua indikator tersebut. Harga tertinggi menunjukkan level yang sempat dicapai selama perdagangan, sedangkan harga penutupan mencerminkan posisi akhir sesi perdagangan.
Kenaikan harga minyak mentah pada Jumat juga memperpanjang kekhawatiran pasar terhadap ketahanan pasokan energi global. Investor mencermati perkembangan konflik, keamanan jalur pelayaran, serta potensi gangguan terhadap infrastruktur produksi dan distribusi minyak.
Salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga minyak adalah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, terutama setelah serangan kelompok Houthi terhadap sasaran di Arab Saudi.
Kekhawatiran pasar tidak hanya berkaitan dengan potensi kerusakan fasilitas energi, tetapi juga kemungkinan terganggunya jalur pengiriman minyak mentah dan produk turunannya.
Kawasan Timur Tengah memiliki peran strategis dalam rantai pasok energi dunia. Setiap peningkatan risiko keamanan di kawasan tersebut berpotensi mendorong kenaikan premi risiko pada harga minyak, terutama apabila pelaku pasar memperkirakan gangguan pasokan akan berlangsung lebih lama.
Di sisi lain, perkembangan konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat turut menjadi perhatian pasar. Namun, setiap laporan mengenai rencana operasi militer, sasaran serangan, atau kemungkinan eskalasi lebih lanjut perlu dikonfirmasi melalui sumber berita tepercaya sebelum dicantumkan sebagai fakta.
Dengan demikian, kenaikan harga minyak tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi produksi aktual, tetapi juga oleh ekspektasi pasar terhadap pasokan pada masa mendatang.
ICP September 2026 Melonjak Menjadi US$112,81 per Barel
Di Indonesia, perkembangan harga minyak mentah dunia tercermin antara lain dalam Indonesian Crude Price (ICP), yaitu rata-rata harga minyak mentah Indonesia yang ditetapkan pemerintah berdasarkan mekanisme yang berlaku.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan ICP September 2026 sebesar US$112,81 per barel. Nilai tersebut naik US$23,38 dibandingkan ICP Agustus 2026 yang tercatat US$89,43 per barel.
Penetapan itu menunjukkan bahwa harga minyak mentah Indonesia mengalami kenaikan signifikan pada September di tengah ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global.
Kenaikan ICP menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan sektor energi nasional. Perubahan harga minyak dapat memengaruhi penerimaan negara dari sektor hulu migas, biaya pengadaan minyak, serta perhitungan ekonomi di sektor energi.
Meski demikian, pengaruhnya terhadap harga BBM yang dibayar masyarakat bergantung pada berbagai faktor. Selain harga minyak mentah, perhitungan harga BBM juga melibatkan nilai tukar, biaya pengolahan dan distribusi, kebijakan fiskal, serta keputusan pemerintah atau badan usaha sesuai jenis produknya.
Karena itu, tingginya ICP tidak dapat langsung diartikan sebagai kepastian kenaikan harga Pertalite, Biosolar, maupun BBM nonsubsidi pada tanggal tertentu.
Perbandingan harga BBM perlu dilakukan dengan memperhatikan jenis produk dan angka oktan atau research octane number (RON) untuk bensin. Produk diesel juga harus dibandingkan dengan produk diesel lain yang memiliki spesifikasi dan peruntukan sebanding.
Berdasarkan angka dalam data yang dihimpun, Pertamax tercatat Rp15.950 per liter, sedangkan BP 92 dan Vivo Revvo 92 masing-masing Rp16.130 per liter.
Dengan demikian, selisih harga Pertamax dengan kedua produk tersebut mencapai Rp180 per liter.
Untuk diesel, Pertamina Dex tercatat Rp25.200 per liter, sedangkan BP Ultimate Diesel, Shell V-Power Diesel, dan Vivo Primus Plus Diesel masing-masing tercantum Rp25.420 per liter. Selisih nominalnya mencapai Rp220 per liter.
Berikut perbandingan harga berdasarkan data tersebut.
Kategori| Produk| Harga per liter| Selisih
Bensin RON 92| Pertamax| Rp15.950| —
Bensin RON 92| BP 92| Rp16.130| Rp180
Bensin RON 92| Vivo Revvo 92| Rp16.130| Rp180
Diesel| Pertamina Dex| Rp25.200| —
Diesel| BP Ultimate Diesel| Rp25.420| Rp220
Diesel| Shell V-Power Diesel| Rp25.420| Rp220
Diesel| Vivo Primus Plus Diesel| Rp25.420| Rp220
Angka perbandingan mengikuti data yang dihimpun dan belum merupakan verifikasi independen atas harga jual resmi.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa selisih harga nominal beberapa produk relatif kecil. Namun, konsumen sebaiknya tidak menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan.
Spesifikasi BBM, rekomendasi pabrikan kendaraan, ketersediaan produk, lokasi SPBU, dan program promosi juga dapat memengaruhi keputusan pembelian.
Perlu diperhatikan pula bahwa Pertamax merupakan bensin RON 92, sedangkan Pertamax Green 95 merupakan produk RON 95. Oleh karena itu, perbandingan Pertamax dengan BP 92 dan Revvo 92 lebih tepat untuk kategori RON 92. Produk RON 95 sebaiknya dibandingkan secara terpisah dengan produk sekelasnya.
Kenaikan harga minyak mentah global dapat memberikan tekanan terhadap biaya pengadaan energi. Namun, dampak akhirnya terhadap konsumen Indonesia bergantung pada kebijakan harga, mekanisme subsidi atau kompensasi, nilai tukar rupiah, dan biaya distribusi.
Untuk BBM nonsubsidi, perubahan harga minyak dan nilai tukar dapat menjadi pertimbangan dalam penyesuaian harga jual. Sementara itu, harga BBM tertentu yang diatur pemerintah tidak selalu bergerak mengikuti fluktuasi pasar internasional secara langsung.
Dampak kenaikan harga energi juga dapat meluas ke sektor transportasi dan logistik. Jika berlangsung dalam waktu lama, kenaikan biaya bahan bakar berpotensi menambah tekanan terhadap biaya pengiriman barang dan operasional usaha.
Meski demikian, besarnya dampak terhadap inflasi dan daya beli masyarakat tidak dapat disimpulkan hanya dari pergerakan harga minyak dalam satu hari perdagangan. Diperlukan data tambahan mengenai biaya energi domestik, kebijakan pemerintah, serta perkembangan harga barang dan jasa.
Tips Menghemat BBM di Tengah Ketidakpastian Harga Energi
Di tengah dinamika harga energi, masyarakat dapat mengurangi pengeluaran bahan bakar melalui kebiasaan berkendara yang lebih efisien.
Berikut sejumlah langkah yang dapat diterapkan:
1. Menjaga kecepatan berkendara. Hindari akselerasi dan pengereman mendadak karena dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar.
2. Melakukan servis berkala. Pastikan mesin, filter udara, dan komponen kendaraan dirawat sesuai rekomendasi pabrikan.
3. Memeriksa tekanan ban. Tekanan ban yang tidak sesuai dapat meningkatkan hambatan gulir dan memengaruhi efisiensi bahan bakar.
4. Mengurangi beban yang tidak diperlukan. Barang bawaan yang berlebihan dapat menambah beban kendaraan.
5. Merencanakan perjalanan. Menggabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan dapat mengurangi jarak tempuh dan konsumsi BBM.
6. Memilih BBM sesuai rekomendasi kendaraan. Gunakan bahan bakar dengan spesifikasi yang sesuai agar mesin dapat bekerja sebagaimana mestinya.
Langkah-langkah tersebut dapat membantu mengendalikan pengeluaran bahan bakar tanpa harus mengorbankan keselamatan berkendara.
FAQ Harga BBM Hari Ini, 25 Oktober 2026
1. Apakah harga BBM Pertamina naik pada 25 Oktober 2026?
Berdasarkan data yang digunakan dalam laporan ini, harga BBM Pertamina tidak mengalami perubahan. Namun, status harga dan tanggal berlakunya perlu dikonfirmasi melalui pengumuman resmi Pertamina.
2. Berapa harga Pertalite hari ini?
Dalam data yang dihimpun, Pertalite tercatat Rp10.000 per liter. Angka tersebut perlu dicocokkan dengan informasi resmi yang berlaku di wilayah pembaca.
3. Berapa harga Biosolar hari ini?
Biosolar tercatat Rp6.800 per liter dalam data yang digunakan untuk laporan ini. Konsumen perlu memperhatikan ketentuan penyaluran dan harga yang berlaku.
4. Berapa harga minyak Brent dan WTI pada Jumat, 23 Oktober 2026?
Brent sempat mencapai US$117,38 per barel dan ditutup pada US$116,72 per barel. Sementara itu, WTI sempat menyentuh US$103,44 per barel dan ditutup pada US$103,27 per barel.
5. Mengapa harga minyak dunia meningkat?
Salah satu pemicunya adalah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk serangan Houthi terhadap sasaran di Arab Saudi dan ancaman terhadap keamanan jalur pelayaran.
6. Apakah kenaikan harga minyak dunia otomatis membuat BBM Indonesia naik?
Tidak. Harga minyak mentah merupakan salah satu faktor yang memengaruhi biaya energi, tetapi harga BBM domestik juga dipengaruhi oleh nilai tukar, biaya pengadaan dan distribusi, serta kebijakan pemerintah atau badan usaha.
Harga BBM Indonesia pada Minggu, 25 Oktober 2026, dalam data yang dihimpun masih tercatat stabil. Pada saat yang sama, pasar minyak mentah global menghadapi tekanan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap pasokan energi.
Brent sempat menyentuh US$117,38 per barel, sedangkan WTI mencapai US$103,44 per barel pada perdagangan Jumat (23/10). Keduanya kemudian ditutup masing-masing pada US$116,72 dan US$103,27 per barel.
Di dalam negeri, ICP September 2026 mencapai US$112,81 per barel, naik US$23,38 dibandingkan bulan sebelumnya. Perkembangan ini menjadi salah satu indikator penting bagi sektor energi nasional, meskipun tidak secara otomatis menentukan perubahan harga BBM eceran.
Bagi masyarakat, langkah yang paling relevan adalah memantau pengumuman harga resmi, memperhatikan kesesuaian spesifikasi BBM dengan kendaraan, dan menerapkan pola berkendara yang hemat bahan bakar.







