KLIKINFOBERITA.COM,– Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Mukomuko. Sebanyak 199 sekolah, terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), saat ini tengah berada dalam antrean verifikasi akhir untuk mendapatkan suntikan fasilitas dari Program Indonesia Digital (PID) tahun ini.
Langkah ini merupakan upaya berkelanjutan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat untuk memastikan bahwa angin segar digitalisasi tidak hanya berhenti di sebagian sekolah, melainkan merata ke seluruh pelosok daerah. Pengajuan ulang ini dilakukan menyusul suksesnya pemanfaatan bantuan serupa pada tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Mukomuko, Ramon Hosky, ST, mengungkapkan bahwa saat ini proses verifikasi untuk jenjang SMP telah dinyatakan tuntas. Kini, seluruh fokus tertuju pada penyelesaian verifikasi untuk jenjang SD yang masih berlangsung.
“Alhamdulillah, untuk SMP sudah selesai. Sekarang kita masih menunggu dan mendampingi proses verifikasi untuk SD,” ujar Ramon dengan optimisme.
Ramon menegaskan bahwa keberhasilan program tahun lalu menjadi fondasi utama bagi pengajuan tahun ini. Bukan sekadar menerima barang, sekolah-sekolah penerima pidana telah menunjukkan komitmen dengan memanfaatkan perangkat digital untuk menunjang proses belajar mengajar secara maksimal.
“Kami tidak mau sekadar bagi-bagi bantuan. Kami ingin memastikan bahwa teknologi ini benar-benar menjadi pengungkit peningkatan kualitas pendidikan. Dan tahun lalu, hasilnya membuktikan bahwa sekolah-sekolah di sini siap beradaptasi,” jelasnya.
Lebih dari sekadar penyediaan perangkat keras, Program Indonesia Digital dipandang sebagai katalisator perubahan metode pembelajaran. Menurut Ramon, program ini mendorong para pendidik dan peserta didik untuk keluar dari zona nyaman dan bertransformasi menuju pola pengajaran yang lebih modern, interaktif, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.
“Guru dan siswa mulai akrab dengan teknologi. Ini bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Kita sedang menyiapkan generasi yang tidak gagap teknologi dan mampu bersaing di kancah global,” tambahnya.
Disdikbud pun berkomitmen untuk memastikan bahwa 199 sekolah yang diusulkan telah memenuhi seluruh persyaratan administratif dan teknis. Mulai dari ketersediaan sumber daya manusia hingga infrastruktur pendukung, semuanya menjadi pertimbangan matang agar bantuan yang turun nantinya benar-benar tepat guna dan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi kesenjangan akses teknologi di dunia pendidikan kita. Investasi di bidang ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak Mukomuko agar mereka siap menghadapi perkembangan zaman yang bergerak sangat cepat,” pungkas Ramon dengan penuh harap.









