Manfaat Ubi Keladi: Selain Obat Herbal, Bisa Diolah Jadi Pupuk Organik Ini Cara Mudahnya!

oleh -194 Dilihat
oleh
Tak hanya lezat dan menyehatkan, ubi keladi juga bisa diolah menjadi pupuk organik yang suburkan tanaman. Solusi alami, hemat, dan ramah lingkungan langsung dari alam.-poto : red/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM, – Ubi keladi, tanaman yang sering tumbuh liar di pekarangan atau lahan basah, selama ini dikenal sebagai bahan pangan alternatif. Namun, siapa sangka, selain bermanfaat sebagai obat herbal, bagian-bagian dari tanaman ini ternyata juga bisa diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan dan sangat berguna untuk pertanian rumahan.

Tanaman keladi atau talas (Colocasia esculenta) sudah sejak lama dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai bahan makanan maupun pengobatan tradisional. Umbinya mengandung zat antioksidan, vitamin C, serta serat tinggi yang baik untuk pencernaan. Sementara daunnya dikenal berkhasiat untuk mengatasi peradangan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun manfaat keladi tidak berhenti di situ. Seiring meningkatnya kesadaran akan pertanian organik dan ramah lingkungan, limbah tanaman keladi seperti daun, batang, dan kulit umbi ternyata bisa diolah menjadi pupuk organik cair (POC) maupun kompos padat. Ini menjadi solusi cerdas bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang berguna, sekaligus membantu mengurangi sampah.

Sebelum membahas cara pengolahan pupuk, berikut beberapa manfaat kesehatan dari ubi keladi yang sudah dibuktikan secara ilmiah maupun secara turun-temurun:

Melancarkan pencernaan: Kandungan serat tinggi membantu mencegah sembelit.

Menurunkan risiko penyakit jantung: Antioksidannya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.

Mengatasi radang: Sari daun keladi dipercaya mengurangi peradangan ringan.

Menambah energi: Kandungan karbohidrat kompleks cocok sebagai sumber energi harian.

Cara Mudah Mengolah Keladi Jadi Pupuk Organik

Berikut ini langkah mudah mengubah limbah keladi menjadi pupuk organik:

1. Pupuk Cair (POC)

Kumpulkan limbah keladi seperti kulit umbi, batang, dan daun.

Potong kecil-kecil agar mudah terurai.

Masukkan ke dalam ember, tambahkan air dan gula merah sebagai fermentasi.

Tambahkan EM4 (larutan fermentasi mikroorganisme yang bisa dibeli di toko pertanian).

Tutup rapat dan biarkan terfermentasi selama 7–14 hari.

Setelah jadi, saring dan gunakan cairannya sebagai pupuk tanaman setiap 1 minggu sekali.

2. Kompos Padat

Campurkan limbah keladi dengan daun kering dan tanah.

Tambahkan sedikit air agar lembab, tapi tidak becek.

Aduk setiap 3–5 hari agar tidak bau dan cepat terurai.

Dalam 3–4 minggu, kompos siap digunakan untuk menyuburkan tanah.

Solusi Ramah Lingkungan

Mengolah tanaman keladi menjadi pupuk organik tidak hanya mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga mendukung gerakan pertanian ramah lingkungan. Selain mudah dilakukan, hasilnya juga sangat bermanfaat bagi tanaman hortikultura maupun tanaman hias di rumah.

Dengan potensi ganda sebagai bahan makanan dan pupuk organik, keladi bisa menjadi tanaman multifungsi yang layak dilestarikan dan dikembangkan. Mulai dari dapur hingga kebun, keladi memberi manfaat nyata bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.