KLIKINFOBERITA.COM,- BAZNAS Provinsi Bengkulu mengintensifkan kerja sama dengan sektor bisnis untuk meningkatkan penerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Pada hari Jumat (12/6), BAZNAS resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan lima perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batuan dan pasir di daerah ini.
Kelima perusahaan tersebut adalah CV Agung Wijaya, CV Aliran Telatang Jaya, CV Aliran Sebelat, CV Danau Tes Lestari, dan CV Betung Utras Berkah Suka Merindu.
Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari CV Agung Wijaya, CV Aliran Telatang Jaya, CV Aliran Sebelat, CV Danau Tes Lestari, dan CV Betung Utras Berkah Suka Merindu. Proses penandatanganan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, termasuk Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu Dadi Hartono, S. Sos. , M. Si. , dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rico Yulyana, S. P. , M. Si.
Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu H. Romli Bin Ronan, Lc. , M. H. , yang memimpin kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan perusahaan atas kepercayaan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS.
H. Romli Bin Ronan, Lc. , M. H. , selaku Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu yang memimpin acara tersebut, mengungkapkan rasa terima kasih kepada para pemimpin perusahaan atas kepercayaan mereka dalam menyalurkan ZIS lewat BAZNAS. Romli menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi zakat dalam sektor swasta, terutama di industri pertambangan.
“Kerja sama ini merupakan tonggak penting bagi optimalisasi potensi zakat di sektor swasta. Kami berkomitmen menyalurkan dana secara transparan dan tepat sasaran kepada asnaf yang membutuhkan di Bengkulu,” kata Romli.
“Kerjasama ini menjadi titik penting untuk mengoptimalkan potensi zakat di sektor swasta. Kami berkomitmen untuk menyalurkan dana dengan cara yang transparan dan tepat kepada yang membutuhkan di Bengkulu,” ujar Romli.
Pemerintah Provinsi memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
Pemerintah Provinsi mendukung sepenuhnya inisiatif ini. Dadi Hartono menyampaikan bahwa Pemprov menyambut positif kolaborasi ini demi peningkatan kesadaran sosial di kalangan perusahaan. Sementara itu, Kepala Dinas ESDM, Rico Yulyana, berharap tindakan lima perusahaan tersebut bisa menjadi teladan bagi perusahaan lain di sektor pertambangan untuk memenuhi tanggung jawab sosial dan agamanya melalui lembaga yang resmi.
Melalui kemitraan BAZNAS, pemerintah, dan sektor swasta, diharapkan program pendayagunaan zakat dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan berjalan lebih masif dan terukur.
Dengan adanya kerjasama antara BAZNAS, pemerintah, dan dunia usaha, diharapkan program pemanfaatan zakat dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan dapat berjalan dengan lebih luas dan terencana. BAZNAS juga berencana untuk melakukan pemantauan dan pelaporan secara berkala untuk menjaga akuntabilitas dalam penyaluran dana.







