Langkah-Langkah Melakukan Budidaya Ikan Gurame di Kolam Tanah, Simak Selengkapnya

oleh -712 Dilihat
oleh
Kolam tanah sebagai habitat alami gurame mendukung pertumbuhan optimal dan mengurangi stres. Budidaya efisien dengan pakan alami, menjadikan gurame ikan favorit dengan nilai jual tinggi di pasaran.(poto :Ist)

KLIKINFOBERITA.COM, – Budidaya ikan gurame di kolam tanah memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh jenis media budidaya lainnya.

Salah satunya adalah ekosistem kolam yang menyerupai habitat asli ikan, membantu mengurangi tingkat stres gurame dan memfasilitasi pertumbuhan mereka secara alami.

Selain itu, ketersediaan pakan alami dalam kolam tanah juga dapat membantu menekan biaya pakan ikan.

Ikan gurame merupakan salah satu ikan air tawar yang sangat diminati karena dagingnya yang lezat. Bahkan, olahan gurame menjadi menu andalan di banyak restoran mewah, yang menjadikan harga jualnya cukup fantastis.

Dalam memulai budidaya ikan gurame, perlu dipertimbangkan biaya untuk beberapa keperluan, termasuk bibit gurame, pakan, obat, vitamin, operasional, dan pembangunan media budidaya.

Ada tiga jenis media budidaya yang umum dipilih, yaitu kolam terpal, kolam beton, dan kolam tanah. Dari ketiganya, kolam tanah merupakan opsi yang paling ekonomis.

Keunggulan kolam tanah tidak hanya terletak pada biaya pembangunannya yang lebih murah, tetapi juga kemampuannya untuk menghasilkan pakan alami secara alami.

Ini memungkinkan pengusaha menekan biaya pakan ikan karena sumber pakan alami yang melimpah. Selain itu, ekosistem kolam tanah yang menyerupai habitat asli ikan gurame juga membantu mengurangi tingkat stres pada ikan, sehingga meningkatkan kenyamanan dan pertumbuhan mereka.

Berikut adalah langkah-langkah budidaya ikan gurame di kolam tanah agar menghasilkan panen maksimal.

1. Penentuan dan Persiapan Kolam Tanah

Langkah awal dalam membuat kolam tanah sebagai media budidaya ikan gurame adalah menentukan jenis kolam tanah yang akan digunakan.

Terdapat tiga jenis kolam tanah yang umum digunakan, yaitu kolam tanggul tanah, kolam tanggul tembok atau batu, dan kolam tambak air payau. Pemilihan jenis kolam sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia.

Setelah menentukan jenis kolam, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kolam tanah tersebut.

Berikut ini aturan pembuatan kolam tanah:

– Pilih lokasi yang mendapatkan cukup sinar matahari.

– Lahan cukup luas dan memiliki lingkungan sekitar yang bersih.

– Tanah gembur dengan kandungan pasir sebesar 40%.

– Ketinggian tanah 20-500 mdpl.

– Air mengandung unsur mineral dan hara.

– pH berkisar 6,5-7.

– Debit air 15-20 m.

– Suhu air 25-28 oC.

– Kadar oksigen terlarut yang cukup.

Setelah selesai membuat kolam, langkah pertama adalah membersihkannya menggunakan kapur atau gamping dolomit untuk memastikan bahwa kolam bebas dari gulma serta organisme dan bakteri yang dapat menyebabkan kematian ikan.

Setelah proses pembersihan, biarkan tanah di kolam mengering selama 3 hari atau sampai terbentuk retakan pada dasar kolam. Retakan tersebut menandakan bahwa tanah telah bebas dari bakteri dan penyakit.

Selanjutnya, pasanglah filter atau saringan pada saluran air masuk dan keluar kolam. Setelah itu, mulailah mengisi kolam dengan menggunakan air bersih. Anda juga dapat menambahkan pupuk pada dasar kolam sebelum mengalirkan air bersih untuk menciptakan pakan alami dari dasar kolam.

2. Pemeliharaan dan Pembesaran

Proses pemeliharaan dan pembesaran ikan gurame sangat bergantung pada jenis yang Anda budidayakan.

Jika Anda memilih untuk menetaskan telur dari indukan gurame, perhatikanlah kondisi air, kesehatan indukan yang akan melakukan pemijahan, dan pakan yang diberikan untuk menghasilkan telur berkualitas unggulan. Biasanya, indukan gurame mampu menghasilkan telur sebanyak 5.000-7.000 butir.

Tanda keberhasilan pemijahan dapat dilihat dari permukaan air kolam yang terlihat berminyak atau tercium aroma amis. Telur-telur gurame yang dihasilkan segera angkat dengan hati-hati dan simpan dalam air dengan suhu sekitar 27-28 °C.

Setelah penetasan, sekitar hari ke-11, benih gurame dapat dipindahkan ke kolam pendederan. Idealnya, ukuran benih gurame pada tahap ini sekitar 10-15 gram per ekor. Rawatlah benih tersebut hingga mencapai ukuran 100-150 gram per ekor sebelum dipindahkan ke kolam pembesaran.

Dalam kolam pembesaran berukuran 100-150 m2 dengan ketinggian air 70 cm, kepadatan benih yang ditebar sekitar 20 ekor per meter persegi. Proses pembesaran ikan gurame akan berlanjut hingga ikan mencapai bobot tubuh sekitar 500 gram per ekor.

3. Pemberian Pakan

Agar proses pembesaran ikan gurame kecil berjalan lancar, penting untuk memperhatikan cara pemberian pakan dengan cermat. Berikan pakan sebanyak 2-3 kali sehari, dengan waktu ideal pemberian pada pagi, siang, dan sore hari.

Pakan yang diberikan harus mengandung protein baik dari sumber hewani maupun nabati, dengan komposisi nutrisi yang lengkap.

Sumber protein nabati dapat diperoleh dari berbagai bahan seperti daun pisang atau gedebok pisang yang sudah dicincang, daun talas, hasil fermentasi rumput kering, daun singkong atau pepaya, kedelai, daun kangkung, selada air, ampas tahu, atau kelapa.

Sementara itu, sumber protein hewani dapat berasal dari cacing tanah, ikan teri, belalang, limbah udang, atau bekicot.

Untuk mempermudah pemberian pakan, Anda dapat menggunakan pakan pelet pabrikan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan ikan gurame.

Selain itu, untuk mempercepat proses pertumbuhan, tambahkan enzim kompleks sekitar 2% dari total pakan pabrik atau pelet yang diberikan kepada ikan.

4. Panen Ikan Gurame

Langkah terakhir dalam budidaya ikan gurame di kolam tanah adalah proses panen ikan gurame. Idealnya, panen dilakukan saat bobot tubuh ikan mencapai sekitar 500 gram.

Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai bobot tersebut berkisar antara 9-12 bulan, namun dengan pengoptimalan pakan yang baik, waktu tersebut dapat dipersingkat.

Proses panen ini melibatkan beberapa tahap yang penting untuk diperhatikan. Sebelum memulai panen, penting untuk mengurangi volume air dalam kolam ke tingkat tertentu, namun pastikan agar kolam tidak menjadi kosong.

Selanjutnya, persiapkan jaring khusus untuk menangkap ikan. Jika ikan yang akan dipanen berukuran besar, jaring dapat dibentangkan dari satu ujung kolam ke ujung lainnya, dan ikan dapat digiring ke salah satu sisi atau pojok kolam.

Setelah itu, ikan dipindahkan satu per satu ke dalam wadah seperti baskom atau drum yang telah diisi air, terutama jika Anda berniat menjual ikan dalam keadaan hidup.

Saat melakukan proses pemindahan, penting untuk memeriksa kondisi ikan yang dipanen. Selain itu, perhatikan juga kepadatan dalam baskom atau drum agar ikan tidak mati secara cepat meskipun dipindahkan ke media budidaya yang berbeda..(red)

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.