Kopi Bengkulu Tembus Pasar Global

oleh -55 Dilihat
oleh
Wagub Mian dan Ketua DPRD Kepahiang Gregory Dayefiandro melepas ekspor perdana kopi hasil kolaborasi Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong, menandai era baru kejayaan industri kopi Bengkulu di pasar internasional.-Foto: Ansori/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Sebuah babak baru dalam sejarah industri kopi regional tengah dimulai. Kabupaten Kepahiang, bersama dengan Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong, secara resmi mengukuhkan komitmen strategis mereka melalui penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) Pengembangan Kopi. Momen bersejarah ini berlangsung meriah di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kepahiang pada Senin (07/09/2026), ditandai dengan rangkaian acara Talkshow dan Sharing Session Industri Kopi yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kunci.

Acara ini bukan sekadar seremonial birokrasi, melainkan sebuah manifestasi nyata dari keinginan kuat tiga kabupaten penghasil kopi terbaik di Bengkulu untuk bersinergi. Kehadiran Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian, yang mewakili Gubernur Bengkulu, memberikan bobot politik dan dukungan penuh dari pemerintah provinsi terhadap inisiatif lokal ini. Puncak dari perhatian provinsi tersebut terlihat ketika Wagub Mian secara simbolis melakukan pelepasan ekspor perdana kopi Bengkulu, sebuah tindakan yang menegaskan kesiapan produk lokal untuk bersaing di pasar global.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian, menekankan pentingnya konsistensi kualitas sebagai kunci utama keberhasilan ekspor. “Kolaborasi antar daerah ini adalah jawaban atas tantangan fragmentasi pasar. Dengan menyatukan kekuatan Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong, kita tidak hanya menjual biji kopi, tetapi kita menjual identitas dan keunggulan rasa kopi Bengkulu kepada dunia. Ekspor perdana ini adalah bukti bahwa petani kita mampu memenuhi standar internasional,” ujar Mian di hadapan ratusan peserta yang antusias.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang, Gregory Dayefiandro, yang hadir bersama Plt. Sekretaris DPRD, menyoroti aspek legislasi dan pengawasan dalam mendukung ekosistem kopi yang sehat. Menurut Gregory, peran dewan sangat vital dalam memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh akar rumput, yakni para petani kecil dan pelaku UMKM.

“Kami di DPRD Kepahiang berkomitmen penuh untuk mendorong regulasi yang pro-petani dan pro-UMKM. Penandatanganan KAD ini harus diterjemahkan menjadi aksi nyata berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan akses permodalan. Jangan sampai kerja sama ini hanya berhenti di atas kertas. Kami akan mengawal setiap langkah implementasinya agar kesejahteraan petani benar-benar meningkat,” tegas Gregory Dayefiandro dalam sesi sharing session yang interaktif.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan Cup Testing UMKM Kopi Bengkulu, yang menjadi ajang unjuk gigi bagi para pelaku usaha lokal untuk memperlihatkan kualitas olahan kopi mereka. Melalui sinergi yang terjalin, diharapkan terjadi peningkatan nilai tambah komoditas kopi secara signifikan. Fokus utama dari kerja sama ini mencakup peningkatan kualitas produksi, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta perluasan akses pasar yang lebih luas.

Dengan adanya payung hukum dan komitmen politik yang kuat dari ketiga kabupaten serta dukungan penuh dari Pemprov Bengkulu, masa depan industri kopi di wilayah ini tampak semakin cerah. Langkah strategis ini diprediksi akan mendongkrak ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, dan yang paling penting, mengangkat harkat dan martabat petani kopi Bengkulu di kancah nasional maupun internasional. Ini adalah awal dari era kejayaan kopi Bengkulu yang berkelanjutan dan inklusif.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.