KLIKINFOBERITA.COM,- Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-11, Gerakan Pecinta Alam (GPA) Gendong Adventure mengambil langkah konkret dalam pelestarian lingkungan melalui aksi penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (6/9/2026) ini dipusatkan di kawasan pesisir Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Aksi lingkungan ini mengusung tema “Dalam Kebersamaan Kita Tumbuh, Dalam Etika Kita Berkarya untuk Alam”. Pemilihan tema tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dan tanggung jawab moral organisasi terhadap kelestarian ekosistem pesisir yang kian rentan terhadap abrasi dan perubahan iklim.
Ketua Umum GPA Gendong Adventure menyatakan bahwa momen Harlah ke-11 bukan sekadar perayaan ulang tahun organisasi, melainkan sebuah refleksi atas pendewasaan gerakan. Menurutnya, usia satu dekade lebih menjadi bukti ketangguhan dan keteguhan komitmen anggota untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Harlah ke-11 ini adalah momentum kami untuk membuktikan bahwa pecinta alam tidak hanya berbicara di atas kertas, tetapi turun langsung ke lapangan. Penanaman 1.000 mangrove ini adalah simbol komitmen kami menjaga garis pantai Bengkulu Tengah dari ancaman kerusakan ekosistem,” ujar Ketua Umum GPA Gendong Adventure di lokasi kegiatan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Ketua Umum Pecinta Alam se-Provinsi Bengkulu, tokoh masyarakat dari Desa Pondok Kelapa dan Desa Sungai Lemau, serta seluruh anggota GPA Gendong Adventure. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif konservasi yang digagas oleh GPA Gendong Adventure.
Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, ST., M.AP., yang juga hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi generasi muda dalam menjaga lingkungan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah dalam mitigasi bencana pesisir.
“Kami sangat mengapresiasi langkah GPA Gendong Adventure. Penanaman mangrove ini bukan hanya soal menambah jumlah pohon, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi wilayah pesisir kita dari abrasi. Ini adalah bentuk nyata cinta tanah air dan cinta lingkungan yang harus dicontoh oleh generasi muda lainnya,” ungkap Rachmat Riyanto.
Selain sebagai benteng alami melawan abrasi, hutan mangrove diketahui memiliki peran vital sebagai habitat bagi berbagai biota laut dan penyerap karbon. Melalui aksi ini, GPA Gendong Adventure berharap dapat mengedukasi masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir demi keberlanjutan kehidupan di masa depan.







