Kisruh Yayasan Berdampak Luas, SPPG Pasar Pedati Berhenti Salurkan MBG ke 22 Sekolah dan 1 Posyandu

oleh -82 Dilihat
oleh
Persoalan internal Yayasan Mitra BGN membuat distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) terhenti total selama dua hari berturut-turut. Sebanyak 22 sekolah dan satu Posyandu di Bengkulu Tengah terdampak, sehingga siswa terpaksa membawa bekal sendiri. Pihak sekolah berharap konflik segera usai demi kelancaran program vital ini.-Foto : Dedy/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,- Persoalan internal pada Yayasan mitra Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengakibatkan dampak yang signifikan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah. Selama dua hari berturut-turut, yakni Senin dan Selasa (5/5/2026), distribusi makanan gratis terhenti sepenuhnya di 22 sekolah dan 1 Posyandu yang merupakan area layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Evan Fhatoni, Ketua SPPG Pasar Pedati, saat ditemui di lokasi pada Selasa siang. Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah internal yang terjadi di dalam SPPG itu sendiri. Akan tetapi, konflik yang muncul antara pihak Yayasan dan mitra kerja mereka menjadi faktor utama yang mengakibatkan terhentinya distribusi makanan yang seharusnya berlangsung dengan lancar setiap hari.

“Kami tidak memiliki masalah internal di SPPG, tetapi masalah yang muncul di Yayasan mitra BGN mengakibatkan penyaluran MBG terhenti selama dua hari. Kami selalu menjalankan tugas sesuai dengan prosedur yang ada, tetapi karena ada kendala di level pengelola yayasan, maka proses operasional dan distribusi tidak dapat berlanjut seperti seharusnya,” ungkap Evan dengan tegas.

Ia menyebutkan bahwa jumlah penerima manfaat yang terdampak cukup besar. Hal ini tidak hanya mencakup siswa di 22 sekolah, tetapi juga warga yang menerima layanan di Posyandu yang bekerja sama dengan SPPG Pasar Pedati. “Selama dua hari ini, kami tidak bisa mengirimkan satu pun menu makanan ke lokasi-lokasi tersebut. Sebetulnya, program ini sangat dinantikan dan memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkannya,” tambahnya.

Salah satu kepala sekolah yang merasakan dampaknya secara langsung adalah Alpauzi Harianto, M. Pd, Kepala SMK Negeri 2 Bengkulu Tengah. Ia mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai penghentian sementara tersebut sejak Minggu sore, kira-kira pukul 18. 00 WIB.

“Kami mendapat pemberitahuan bahwa kegiatan MBG tidak dapat dilaksanakan karena belum ada kepastian dari pihak pengelola. Sejak hari Senin kemarin, para siswa kami terpaksa membawa makanan dari rumah karena tidak ada makanan yang disiapkan,” jelas Alpauzi.

Ia juga menekankan seberapa pentingnya program ini bagi para siswa. Banyak di antara mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu dan tinggal di daerah terpencil, sehingga MBG menjadi sumber utama asupan gizi mereka di sekolah. “Kami sangat berharap masalah ini dapat segera teratasi dan distribusi makanan bisa kembali normal secepatnya. Anak-anak sangat memerlukan dukungan ini untuk kesehatan dan prestasi akademik mereka,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Yayasan mengenai penyelesaian masalah internal yang terjadi. Namun, berbagai pihak berharap agar konflik ini segera usai agar program sosial yang sangat bermanfaat ini tidak lagi terhambat dan dapat kembali memberikan keuntungan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.