KLIKINFOBERITA.COM,- Hj. Dian Fitriani Wahyudi, S.E., resmi dilantik sebagai Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kota Bengkulu untuk masa bakti 2025–2030 pada Senin (20/7/2026). Acara pelantikan berlangsung di Aula Pendopo Merah Putih Kota Bengkulu dan dihadiri unsur pemerintah daerah, pengurus YJI provinsi dan kabupaten, serta tokoh masyarakat.
Pelantikan dipimpin Ketua YJI Provinsi Bengkulu, Hj. Khairunnisa Helmi Hasan, S.E., M.M., dan dihadiri Wali Kota Bengkulu Dedi Wahyudi, S.E. Hadir pula Dr. Susilo Damarini Rachmat, S.K.M., M.P.H., Ketua TP PKK Kabupaten Bengkulu Tengah sekaligus Ketua YJI Cabang Bengkulu Tengah.
Dalam sambutannya setelah pelantikan, Hj. Dian Fitriani menyatakan prioritas program yang akan dijalankan selama masa bakti, antara lain kampanye hidup sehat, skrining dini penyakit jantung, dan perluasan edukasi hingga tingkat kecamatan. “Kami fokus membawa program pencegahan ke tingkat masyarakat paling bawah, agar deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi bagian dari keseharian warga,” ujar Dian.
Ketua YJI Provinsi Khairunnisa menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. “Penurunan beban penyakit jantung memerlukan kerja sama pemerintah, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan relawan,” katanya. Ia menambahkan bahwa penguatan kader di tingkat desa dan puskesmas menjadi kunci keberhasilan program.
Dr. Susilo Damarini menyoroti peran keluarga dan PKK sebagai wadah edukasi kesehatan. “Program PKK dapat menjangkau ibu-ibu dan keluarga; bila mereka paham risiko dan pencegahan, dampaknya bisa signifikan,” kata Dr. Susilo.
Rangkaian kegiatan pada pelantikan mencakup pemaparan rencana kerja YJI Kota Bengkulu, yang meliputi pemeriksaan tekanan darah massal, pelatihan penanganan kegawatdaruratan jantung dasar, serta workshop gizi untuk kelompok rentan. Pengurus baru berharap program itu dapat menurunkan angka hipertensi, diabetes, dan kebiasaan merokok yang menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Dengan kepemimpinan yang baru, YJI Kota Bengkulu menargetkan peningkatan cakupan skrining dan edukasi dalam tiga tahun pertama, serta membangun jejaring dengan puskesmas dan organisasi masyarakat untuk memastikan program berkelanjutan.







