Khodam Ular Kobra: Weton Minggu Pahing dan Selasa Legi dalam Primbon Jawa

oleh -603 Dilihat
oleh
Ilustrasi sosok khodam ular kobra yang dipercaya menjaga orang dengan weton tertentu. Dalam kepercayaan Jawa, khodam bukan sekadar mitos, tapi bagian dari perlindungan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.-Istimewa/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM, – Di tengah hiruk pikuk zaman modern, kepercayaan spiritual kuno masih berakar kuat dalam budaya masyarakat Jawa. Salah satu keyakinan yang terus menarik perhatian adalah tentang khodam ular kobra makhluk gaib penjaga yang dipercaya hanya menyertai orang-orang dengan weton tertentu.

Menurut Primbon Jawa, dua weton yang disebut-sebut memiliki perlindungan dari khodam ular, khususnya ular kobra, adalah Minggu Pahing dan Selasa Legi. Meski sulit dijelaskan secara logika ilmiah, keyakinan ini diwariskan secara turun-temurun dan masih diyakini membawa pengaruh kuat dalam kehidupan seseorang.

1. Weton Minggu Pahing: Sosok Pemimpin dengan Aura Mistis

Mereka yang lahir pada Minggu Pahing diyakini memiliki aura kepemimpinan alami. Sifatnya yang tegas dan fokus membuatnya sering dipercaya memegang kendali dalam berbagai situasi. Namun, di balik karisma dan kecerdasannya, banyak yang percaya ia disertai oleh energi gaib berupa khodam ular kobra, simbol perlindungan dan kekuatan batin.

Ciri-ciri Positif:

Visioner dan rasional dalam mengambil keputusan

Ulet, gigih, dan tidak mudah menyerah

Memiliki magnet kepemimpinan yang kuat

Sisi Negatif:

Terkesan angkuh atau keras kepala

Kurang fleksibel terhadap saran dari orang lain

Ular kobra dalam budaya Jawa tak hanya dikenal sebagai hewan berbisa, tapi juga simbol perlindungan, kewaspadaan, dan keberanian.

2. Weton Selasa Legi: Penuh Pesona, Namun Rawan Gejolak Emosi

Berbeda dengan Minggu Pahing yang dominan dan tegas, mereka yang lahir pada Selasa Legi dikenal lebih tenang, penuh wibawa, dan memiliki pesona alami yang memikat. Namun di balik ketenangan itu, tersimpan emosi yang mudah meledak jika tidak dikendalikan.

Ciri-ciri Positif:

Berwibawa dan mudah memikat perhatian

Daya tarik sosial yang tinggi

Tampil menenangkan dan penuh empati

Sisi Negatif:

Cenderung temperamental

Mudah gelisah dan mengalami konflik batin

Khodam ular kobra dipercaya menjaga weton ini sebagai pelindung dari energi negatif, sekaligus memperkuat sisi magis dalam kepribadian mereka.

Antara Mitos dan Spiritualitas

Meski tak semua orang percaya, kehadiran khodam dalam budaya Jawa bukan sekadar mitos belaka. Ia menjadi bagian dari sistem kepercayaan spiritual yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat, terutama yang masih memegang erat ajaran Primbon Jawa.

Beberapa dukun atau spiritualis bahkan melakukan ritual khusus untuk “berkomunikasi” dengan khodam, atau memperkuat energi dari weton tertentu agar membawa keberuntungan dan perlindungan bagi pemiliknya.

Budaya Lokal yang Perlu Dilestarikan

Apapun keyakinannya, memahami weton dan khodam tak melulu soal mistis. Ia juga bagian dari kearifan lokal yang menyimpan nilai-nilai luhur: mengenali diri, menjaga keharmonisan hidup, serta memperkuat ikatan dengan alam dan leluhur.

“Primbon bukan sekadar ramalan, tapi panduan hidup berdasarkan harmoni antara manusia dan semesta,” ungkap seorang budayawan Jawa.

Percaya atau Tidak, Semua Kembali pada Niat dan Keyakinan

Di era digital ini, kepercayaan pada khodam mungkin terdengar kuno. Namun bagi banyak orang, khodam bukanlah mitos, melainkan bagian dari perlindungan spiritual yang menyertai perjalanan hidup. Apakah Anda salah satu yang dilahirkan dengan khodam ular kobra.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.