Ketua DPRD Bengkulu Tengah Ungkap Strategi Cerdas Atasi Ternak Liar di Tengah Efisiensi Anggaran

oleh -9 Dilihat
oleh
Ketua DPRD Benteng, Fepi Suheri, tegas: Ternak liar stop! Perda 07/2013 ditegakkan. Petani aman panen, jalan raya selamat. Sinergi desa-Satpol PP wujudkan Bengkulu Tengah tertib dan makmur.-Foto : Dedi,adv/klikinfoberi.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Fepi Suheri, S.Ap. menunjukkan komitmen kuat dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 07 Tahun 2013 tentang Penertiban Ternak. Langkah tegas ini menjadi sorotan utama untuk menjaga ketertiban umum sekaligus melindungi sektor pertanian, tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Ilustrasi: “Satpol PP Benteng gaspol razia ternak liar Tegas jalankan Perda ternak. Lahan petani aman, jalan raya bebas ancam. Bengkulu Tengah tertib, peternak patuh, rakyat sejahtera.

Dalam pernyataan resminya melalui aplikasi WhatsApp pada Sabtu (10/1/2026), Fepi menegaskan bahwa efisiensi anggaran daerah saat ini justru menjadi momentum untuk berinovasi, bukan alasan melonggarkan regulasi. “Kondisi fiskal yang ketat tidak boleh mengorbankan pelayanan publik atau kekuatan hukum Perda. Kita harus tetap unggul dalam menjaga kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Fepi secara khusus menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai garda terdepan. Ia mendorong instansi ini melakukan kajian strategis untuk mengoptimalkan sumber daya terbatas. “Satpol PP wajib merancang langkah inisiatif cerdas agar Perda tetap berdiri kokoh. Pastikan setiap aksi sesuai aturan, sehingga pelayanan masyarakat tetap prima tanpa dikurangi sedikit pun,” ujar Fepi dengan penuh keyakinan.

Tak hanya bergantung pada Satpol PP, Fepi menekankan peran strategis Pemerintah Desa. Ia meminta setiap desa segera menyusun Peraturan Desa (Perdes) sebagai turunan langsung dari Perda Nomor 07/2013. Perdes ini akan menjadi payung hukum kuat bagi desa-desa untuk mengatur dan mengawasi ternak secara spesifik serta mandiri di tingkat lokal.

Manfaatnya luar biasa: masalah ternak liar bisa diselesaikan cepat di akar rumput, mencegah eskalasi menjadi konflik sosial yang merugikan semua pihak. Bayangkan, petani tak lagi pusing memagari lahan dengan biaya mahal akibat kerusakan ternak nakal. “Ini krusial karena mayoritas warga Bengkulu Tengah adalah petani. Mereka butuh lahan aman untuk panen melimpah, mendukung swasembada pangan nasional,” tambah Fepi.

Fepi juga bijak menyeimbangkan hak petani dan peternak. “Kita hargai semua pihak. Namun, ketertiban nomor satu. Ternak yang berkeliaran malam hari di jalan raya bukan hanya merusak tanaman, tapi mengancam keselamatan pengendara. Satu kecelakaan saja bisa berujung tragedi,” pungkasnya, mengingatkan risiko nyata bagi lalu lintas di daerah agraris ini.

Langkah ini tak hanya menegakkan aturan, tapi juga membangun Bengkulu Tengah lebih tertib, produktif, dan aman. Dengan sinergi DPRD, Satpol PP, dan pemerintah desa, masa depan pertanian lokal kian cerah. Peternak pun diimbau kandangkan hewan tepat waktu, ciptakan harmoni antarwarga.

DPRD Bengkulu Tengah terus pantau implementasi, pastikan Perda jadi pelindung utama ekonomi rakyat. Kabupaten ini siap jadi contoh nasional dalam penertiban ternak yang humanis dan efektif. Mari dukung gerakan

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.