Kericuhan di Muscab IV PPP Bengkulu Tengah: Ketegangan Antara Kader Lama dan Kader Baru

oleh -227 Dilihat
oleh
Muscab IV PPP di Bengkulu Tengah berakhir ricuh. Kader lama protes keabsahan, panitia tunda agenda; petugas keamanan menjaga lokasi, sengketa internal masih belum terselesaikan.-Foto : Dedy/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,- Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) IV Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Bengkulu Tengah berakhir dengan ketegangan yang tinggi. Agenda yang seharusnya berlangsung secara demokratis dan melahirkan kepemimpinan baru justru diwarnai pertikaian antara kelompok kader yang sudah lama dan yang baru, pada Kamis (21/5/2026). Insiden ini berlangsung di Kantor PPP Bengkulu Tengah, yang terletak di Desa Kabcing, Kecamatan Karang Tinggi, dan memaksa panitia untuk menghentikan kegiatan sebelum seluruh agenda tercapai.

Situasi di tempat acara menjadi tegang ketika beberapa kader lama berpendapat bahwa Muscab yang sedang berlangsung tidak sah dan bertentangan dengan ketentuan organisasi. Protes yang disampaikan secara langsung menyebabkan reaksi dari peserta lain, sehingga ketegangan menjadi tidak terhindarkan. Peserta yang hadir terlihat terkejut oleh aksi protes tersebut, dan petugas keamanan serta kepolisian harus berjaga ekstra untuk mencegah situasi menjadi gaduh dan menjaga keselamatan di sekitar lokasi.

Oscar Lukito, Sekretaris PPP Bengkulu Tengah yang merupakan bagian dari pengurus lama, menyampaikan ketidaksetujuannya dan meminta agar pelaksanaan Muscab ditunda sampai semua masalah organisasi terselesaikan. Ia berpendapat bahwa pembentukan kepengurusan baru sebaiknya menunggu penyelesaian sengketa yang sedang berlangsung.

“Saya minta waktu untuk tidak melanjutkan acara hingga tuntutan kami terpenuhi. Penyelesaian masalah ini harus diutamakan. Seharusnya ada batas waktu 30 hari untuk penyelesaian, tapi hingga kini belum ada kejelasan. Struktur kepengurusan di atas belum rampung, tetapi di bawah sudah dibentuk lagi. Ini yang membuat kami bingung, aturan mana yang harus diikuti? ” jelas Oscar.

Ia juga menambahkan bahwa tindakan pemecatan dan pelaksanaan acara saat ini dinilai tidak tepat karena masih ada sengketa yang sedang dibahas. “Negara ini berdasarkan hukum dan ketentuan, jangan sampai kita tidak memperhatikan hal itu hanya untuk merebut kekuasaan baru. Selesaikan dulu masalah yang ada,” tambahnya.

Menanggapi situasi ini, Dedi Rosadi, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Bengkulu, menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscab adalah amanat dan instruksi langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Ia mengakui adanya ketidakpuasan dari pengurus lama, tapi menegaskan bahwa hal semacam itu biasa terjadi dalam organisasi besar.

“Kami menjalankan perintah dari DPP. Memang ada yang tidak setuju, tetapi kami tidak bisa memenuhi harapan semua pihak. Jika keberatan itu disebabkan masalah pribadi, itu di luar urusan kami. Namun jika terkait dengan aturan partai, sebaiknya tanyakan langsung kepada DPP yang memberi mandat kepada kami,” jelas Dedi.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepemimpinan dalam PPP, karena Muktamar sudah secara resmi menetapkan ketua umum. Mengenai keabsahan Surat Keputusan (SK), Dedi menyatakan bahwa penandatanganan oleh ketua umum atau perwakilan merupakan hal yang biasa dalam praktik politik partai manapun.

“Kami sudah menunjukkan bahwa acara ini berjalan dengan baik, seperti yang terjadi di Bengkulu Selatan awal Juni lalu. Justru yang menjadi sorotan adalah sikap beberapa kader lama yang sejak awal tidak hadir, tidak berkontribusi sesuai kesepakatan, dan mengabaikan undangan rapat. Ketika mereka mengabaikan aturan, maka ketentuan organisasi harus ditegakkan,” tuturnya.

Dedi mengungkapkan bahwa mereka masih memberikan kesempatan hingga awal Juni bagi kader lama yang ingin kembali bersinergi dan membesarkan partai. Namun, jika mereka tetap menolak, konsekuensi tegas akan diterapkan mulai dari pemberian surat peringatan sampai pencabutan kartu anggota.

“Kami paham bahwa mereka sudah berjuang keras di masa lalu. Untuk itu, kami memberikan kesempatan kedua. Namun, jika mereka terus membuat kekacauan dan menolak untuk mematuhi aturan, kami akan mengeluarkan surat peringatan kedua dan akan disampaikan ke DPP untuk keputusan mengenai status keanggotaan mereka,” kata Dedi dengan tegas.

Dia menginginkan agar setiap perbedaan pendapat disampaikan dengan cara yang benar, tidak dengan merusak acara resmi partai. Dedi meyakini bahwa masih terdapat rasa cinta terhadap partai dari anggota lama, dan hal itu seharusnya diarahkan untuk kemajuan bersama, bukan untuk memecah belah persatuan.

“Bagi saya, tidak ada masalah selama disampaikan di forum yang sesuai. Sangat indah jika kita bersatu, menggabungkan kekuatan lama dengan yang baru demi kemajuan PPP di Bengkulu Tengah,” tutup Dedi di tengah ketegangan yang masih ada di lokasi. Hingga acara selesai, belum ada kesepakatan yang terjalin antara kedua belah pihak.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.