Kapolda Bengkulu Jadi Pembina Upacara di SMA Sint Carolus, Tekankan Disiplin dan Pembentukan Karakter Pelajar

oleh -50 Dilihat
oleh
Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid saat menjadi pembina upacara di SMA Sint Carolus, Senin (2/11/2026), menyampaikan pesan penting tentang disiplin, keselamatan berlalu lintas, dan pembentukan karakter generasi muda.-Foto :s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Penanaman nilai kedisiplinan dan pembentukan karakter generasi muda menjadi perhatian serius Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kehadiran Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., OLY, yang bertindak sebagai pembina upacara di SMA Sint Carolus, Senin (2/11/2026).

Dalam amanatnya, Kapolda Bengkulu mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan disiplin sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Menurutnya, kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan mampu meraih masa depan yang lebih baik.

Di hadapan para peserta upacara, Kapolda juga mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas, bijak dalam menggunakan media sosial, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja dan perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ia menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset sekaligus penerus bangsa. Karena itu, pelajar tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi juga harus memiliki karakter kuat, integritas, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Adik-adik sekalian adalah generasi penerus bangsa. Masa depan bangsa ini berada di tangan kalian. Oleh karena itu, manfaatkan masa muda untuk melakukan hal-hal positif, rajin belajar, tanamkan kedisiplinan sejak dini, patuhi aturan lalu lintas, dan gunakan media sosial secara bijak. Jangan sampai masa depan kalian rusak akibat terjerumus dalam perilaku negatif,” pesan Kapolda dalam amanatnya.

Selain persoalan kedisiplinan, Kapolda memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Ia mengingatkan agar kemajuan teknologi dimanfaatkan untuk hal-hal produktif, seperti menambah wawasan, memperoleh informasi yang bermanfaat, serta mengembangkan kreativitas dan kemampuan diri.

Menurutnya, media sosial jangan sampai menjadi ruang untuk menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, perundungan, maupun konten negatif yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

“Bijaklah dalam bermedia sosial. Saring sebelum membagikan informasi. Jangan mudah terpengaruh oleh berita yang belum tentu benar, apalagi ikut menyebarkan ujaran kebencian atau melakukan perundungan. Ingat, setiap tindakan yang dilakukan di dunia digital juga memiliki konsekuensi. Pikirkan terlebih dahulu dampaknya sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Kapolda juga mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Ia menekankan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghindari perilaku berbahaya saat berkendara.

“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas. Patuhi aturan, gunakan helm saat berkendara, dan selalu utamakan keselamatan. Jangan pernah menganggap pelanggaran lalu lintas sebagai sesuatu yang biasa. Keselamatan jauh lebih penting daripada terburu-buru sampai ke tujuan,” ungkapnya.

Kapolda menambahkan, kesadaran menjaga keselamatan di jalan raya harus ditanamkan sejak usia dini. Kepatuhan terhadap aturan bukan semata-mata untuk menghindari sanksi, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Kehadiran Kapolda Bengkulu sebagai pembina upacara di SMA Sint Carolus tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan dunia pendidikan. Melalui kegiatan ini, Polri juga berupaya memberikan edukasi serta motivasi kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berprestasi, dan memiliki kesadaran hukum.

Para pelajar diharapkan mampu menerapkan pesan-pesan yang disampaikan Kapolda dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar lingkungan pendidikan. Sebab, pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan tindakan nyata.

Pada akhirnya, keberhasilan membangun generasi penerus bangsa tidak hanya diukur dari tingginya prestasi akademik, tetapi juga dari kuatnya karakter, integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.(s.man)

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.